Cibeureum, Bimas Islam --- Kepala KUA Cibeureum Irwan Ridwanullah mengatakan, dampak pandemi Covid-19 pada kasus perceraian tetap meningkat secara signifikan. Karenanya, perlu ada strategi untuk menekan tingginya angka perceraian.
“Perkara perceraian pada pandemi Covid-19 masih banyak ditemui di Kecamatan Cibeureum. Meski bukan pemicu utama, faktor yang sering terjadi ialah kondisi ekonomi dan kesiapan mental sebagian warga,” ujar Irwan kepada bimasislam di Cibeureum, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Selasa (29/6).
Menurut Irwan, salah satu strategi yang dilakukan KUA Cibeureum untuk menekan tingginya angka perceraian, menyosialisasikan dan terus meningkatkan kualitas Bimbingan Perkawinan (Bimwin), serta program KUA Pusaka Sakinah (Pusat layanan Keluarga Sakinah) untuk memperkuat ketahanan keluarga.
“Untuk masa pandemi ini, Ditjen Bimas Islam sudah mengembangkan metode bimbingan secara virtual. Agar lebih efektif kami juga mengerahkan penyuluh agama,” papar Irwan.
Irwan menjelaskan, materi yang disampaikan dalam Bimwin tersebut, terkait membangun keluarga sakinah, psikologi dan dinamika keluarga, mengelola kebutuhan dan keuangan keluarga, kesehatan reproduksi, dan membangun generasi berkualitas.
Dari program tersebut, menurut Irwan, diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan pengetahuan tentang sebuah pernikahan, yang merupakan entitas yang fundamental dalam mempertahankan ketahanan sebuah bangsa.
“Sehingga transformasi KUA, selain terciptanya ketahanan keluarga, juga menjadi pusat layanan keagamaan masyarakat, ” pungkasnya.
(Anty)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



