Sukabumi, Bimas Islam -- Sebagai bentuk memudahkan masyarakat menerima layanan, KUA Sukaraja berkeliling ke rumah-rumah untuk melakukan pengukuran arah kiblat. Kepala KUA Sukaraja, U. Saepullah Ruhiyat menjelaskan, layanan tersebut untuk memastikan setiap rumah memiliki arah kiblat yang sesuai.
"Kami punya program keliling ke rumah-rumah warga di Kecamatan Sukaraja untuk melakukan pengukuran arah kiblat. Kami hendak memastikan bahwa setiap rumah memiliki arah kiblat yang sesuai," ujar Saepullah di Sukaraja, Rabu (14/12).
Saepullah menjelaskan, program keliling rumah-rumah mengukur arah kiblat dilakukan untuk memudahkan kaum muslimah yang hendak menunaikan ibadah. Dia mengatakan, ketika arah kiblat sudah diukur, maka kaum muslimah tidak perlu mengira-ngira saat hendak ibadah.
"Tidak semua umat Islam pergi ke masjid. Kaum muslimah misalnya, saat Salat Jumat mereka tidak diwajibkan pergi ke masjid. Otomatis mereka beribadah di rumah. Supaya ibadahnya tenang, tidak ragu soal arah kiblat, maka kami berinisiatif memberi layanan pengukuran arah kiblat," katanya.
Dia menambahkan, selain memberi layanan pengukuran arah kiblat di rumah-rumah, petugas KUA Sukaraja juga siap memberi layanan di masjid yang baru dibangun. Dia berharap, dengan keaktifan KUA, maka layanan KUA bisa dirasakan di tengah masyarakat.
"Sebagai ujung tombak dari layanan Kemenag, kami juga setiap saat siap jika masyarakat memerlukan layanan pengukuran arah kiblat untuk masjid yang baru dibangun," tandasnya.
(Rendi)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag: Sulsel Berpeluang Jadi Pusat Pengembangan Ekonomi Syariah di Wilayah Timur Indonesia
Makassar, Bimas Islam — Sulawesi Selatan berpeluang menjadi pusat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di wilayah timur Indonesia. Potensi tersebut…



