Jakarta, Bimas Islam --- Sebanyak 17 calon imam masjid untuk Uni Emirat Arab (UEA) menerima Pembekalan Teknis dan Penguatan Moderasi Beragama dari Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama (Kemenag). Acara ini digelar di Hotel Mercure Cikini, Jakarta, selama tiga hari pada Kamis-Jumat, 2-4 Juni 2022.
Kasubdit Bina Paham Keagamaan Islam dan Penanganan Konflik (BPKI-PK) Ditjen Bimas Islam, Akmal Salim Ruhana menjelaskan, acara tersebut penting dilakukan untuk memberikan pembekalan, tidak hanya soal pemahaman, tetapi terkait budaya di negara UEA.
"Ini merupakan yang pertama kali digelar. Para imam sebelumnya tidak menerima pembekalan seperti ini. Kita ingin membekali imam-imam kita yang akan menjadi duta-duta Indonesia di UEA, kita ingin memastikan mereka betul-betul siap menjalankan tugasnya," kata Akmal, Jumat (3/6).
Menurutnya, ada dua tujuan utama dari acara tersebut. Pertama, hendak memperkuat paham Islam wasatiah. Kedua, hendak mengenalkan budaya UEA, termasuk kehidupan sosial dan bentuk pemerintahan di sana. "Kondisinya sangat berbeda dengan di Indonesia," jelasnya.
Selain itu, kata dia, acara tersebut juga untuk mempersiapkan dokumen-dokumen yang dibutuhkan. "Ini juga merupakan ajang bagi mereka untuk saling bertemu dan bersilaturahmi karena sejak lulus seleksi mereka tidak pernah bertemu," katanya.
Pembekalan Teknis dan Penguatan Moderasi Beragama yang digelar Subdit Bina Paham Keagamaan Islam dan Penanganan Konflik Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama (Kemenag) ini akan diisi oleh Alissa Wahid bersama Tim Pokja Moderasi Beragama Kementerian Agama.
(Rendi)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



