Bengkulu, Bimas Islam --- Kementerian Agama RI telah menargetkan membangun gedung Balai Nikah dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama (KUA) sebanyak 135 unit pada 2021. Pembangunan tersebut menggunakan skema pembiayaan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). Salah satu lokasi yang akan dibangun gedung baru adalah wilayah Bengkulu, tepatnya di Kecamatan Gading Cempaka.
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bengkulu Zainal Abidin didampingi oleh Kasubbag Tata Usaha dan Kepala KUA Kecamatan Gading Cempaka Khoiril Amri Tanjung meninjau lokasi rencana pembangunan Balai Nikah dan Manasik Haji KUA Gading Cempaka pada Rabu (10/03).
“Peninjauan lokasi bakal pembangunan gedung Balai Nikah dan Manasik Haji KUA baru ini dilakukan mengingat gedung Balai Nikah dan Manasik Haji KUA yang ditempati sekarang masih berstatus sewa dan ruangannya pun cukup sempit untuk menampung masyarakat yang ingin mendapatkan pelayanan. Khususnya saat ada keluarga pengantin yang ingin menyaksikan prosesi ijab kabul di Balai Nikah dan Manasik Haji KUA,” terang Zainal Abidin usai melakukan peninjauan.
Zainal berharap, status tanah yang akan dijadikan lokasi harus jelas, semua administrasi dan surat menyurat mengenai status tanah yang akan dibangun gedung Balai Nikah dan Manasik Haji KUA Gading Cempaka harus jelas agar tidak ada masalah di kemudian hari. Termasuk, kata dia, proses fiksasi lahan bisa segera diselesaikan agar pembangunan gedung Balai Nikah dan Manasik Haji KUA Gading Cempaka yang baru bisa segera dimulai.
Sementara itu, Kepala KUA Gading Cempaka, Khoiril Amri Tanjung menyampaikan, pihaknya telah berkoordinasi dengan RT, RW dan Kecamatan mengenai tanah yang akan diajukan sebagai lokasi pembangunan Balai Nikah dan Manasik Haji KUA baru. "Kami sudah mengkomunikasikan lokasi yang tepat dan strategis untuk diajukan sebagai lokasi pembangunan Balai Nikah dan Manasik Haji KUA baru," pungkasnya.
(Rendi)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Penjelasan Kemenag tentang Program Wakaf Saham Masjid Istiqlal
Jakarta, Bimas Islam --- Penyataan Menteri Agama Nasaruddin Umar terkait Masjid Istiqlal, Wakaf Tunai, dan Bursa Efek Indonesia mendapat perhatian yang luas…



