Pontianak, bimasislam --- Gelaran Seleksi Tilawatil Quran dan Musabaqah Al-Hadis (STQH) Nasional XXV telah berlangsung selama lima hari. Dibuka oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin pada hari Sabtu, 29 Juni 2019 malam. Keesokan harinya, berbagai cabang lomba langsung memulai perlombaannya.
Dalam rangka memastikan kelancaran acara, Direktur Jenderal (Dirjen) Bimbingan Masyarakat Islam, Muhammadiyah Amin melaksanakan pemantauan secara langsung ke seluruh majelis. Pemantauan ini dimaksudkan agar dalam prosesnya tidak terdapat kendala yang dapat menganggu jalannya musabaqah.
Untuk diketahui, bahwa pelaksanaan STQH Nasional menggunakan berbagai perangkat tekhnologi, dari mulai pendafataran online hingga e-Maqra. STQH Nasional akan berlangsung hingga tanggal 6 Juli 2019.
Berikut arena musabaqah STQH Nasional yang dikunjungi Dirjen Bimas Islam. Cabang 10 dan 20 Juz dipusatkan di Masjid Raya Al Mujahidin. Cabang 1 dan 5 Juz Tilawah dipusatkan di area Tugu Katulistiwa, Pontianak. Cabang Tilawah Golongan anak dan Dewasa dipusatkan di Alun-alun Kapuas. Cabang Tahfidz 30 Juz dan Tafsir Bahasa Arab dipusatkan di Universitas Tanjungpura. Sementara cabang Musabaqah Al-Hadis Golongan 100 Hadis dengan sanad dan Golongan 500 Hadis tanpa sanad dipusatkan di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak.
Dihari yang sama, Imam Besar Masjid Istiqlal, KH. Nasaruddin Umar selaku anggota Dewan Pengawas STQH Nasional juga tampak melakukan pemantaun ke seluruh arena musabaqah.
Penulis: syamsuddin
Editor: syamsuddin
Foto: bimasislam
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



