Jakarta, Bimas Islam --- Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) Nasional menunjukkan kepedulian kepada sesama dengan meluncurkan gerakan 1 Penyuluh 10 Ribu Rupiah. Hasil dari gerakan ini akan disalurkan kepada penyintas bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan aksi kemanusiaan di berbagai daerah.
"Kami melakukan koordinasi dengan Pokjaluh Provinsi sampai ke tingkat kota dan kabupaten mengajak para penyuluh untuk mengawal, menyukseskan, dan menjadi garda terdepan dalam Gerakan 1 Penyuluh 10 Ribu Rupiah," ungkap Ketua Pokjaluh Nasional, Daloh Abdaloh kepada Bimas Islam di Bogor, Selasa (6/4/21).
Daloh menambahkan, ada sebanyak 50.000 penyuluh agama di seluruh Indonesia. Kesuksesan gerakan ini akan terwujud dengan adanya suasana solidaritas dan kepedulian kepada sesama manusia.
Dihubungi secara terpisah, Bendahara Pokjaluh Nasional, Sriwanti Yusuf menyampaikan arti 10 ribu rupiah yang tak bisa dipandang remeh. Menurutnya, kepedulian jauh lebih besar maknanya dibanding hitungan angka.
"Uang 10 ribu rupiah tidak seberapa bagi sebagian kita. Tapi jika dikumpulkan, itu sangat besar nilainya. Saya berharap, kepada saudara saya, sahabat saya, PNS maupun non-PNS untuk mengulurkan tangan membantu saudara kita di NTT," ungkap Wanti di Jakarta, Rabu (7/4/21).
Wanti menambahkan, gerakan kepedulian Penyuluh Agama Islam seluruh Indonesia rutin dilakukan dan disalurkan ke penyintas bencana di berbagai daerah.
"Kita sudah salurkan ke daerah terdampak bencana, seperti di Banajrmasin Kalimantan Selatan, Mamuju dan Majene Sulawesi Barat, Lumajang Jawa Timur, Majalengka Jawa Barat, Pandeglang Banten, Palu Sulawesi Tengah, Pangandaran Jawa Barat, Nusa Tenggara Barat, dan daerah lainnya," pungkasnya.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



