Banyuwangi, Bimas Islam -- Penetrasi moderasi beragama semakin masif dan meluas. Kamis, 15 September 2022, penyuluh lintas agama kecamatan Gambiran Kabupaten Banyuwangi melaksanakan rembuk bareng moderasi dan toleransi bernama Pelita Gambir Wangi. Bertempat di Balai Nikah dan Manasik Haji KUA Gambiran sejumlah penyuluh lintas agama dari Katolik, Buddha, dan Islam berkumpul.
Acara yang dimulai pukul 09:00 WIB ini dibuka oleh Kepala KUA Gambiran Gufron Musthofa. Ia menyampaikan, upaya menjaga kesatuan Republik Indonesia perlu langkah-langkah konkrit untuk memasarkan moderasi beragama.
"KUA Gambiran merupakan salah satu dari 4 KUA revitalisasi di Banyuwangi. Selanjutnya moderasi beragama merupakan salah satu tugas dari revitalisasi KUA. Bahkan KUA menjadi rumah moderasi. Maka perlu diadakan sosialisasi kepada masyarakat dan keluarga," imbuhnya.
Dilanjutkan dengan paparan Penyuluh Agama Islam Fungsional Arif Armawan. "Moderasi beragama akan terus berjalan dan akan dilaksanakan oleh seluruh penyuluh lintas agama," ungkapnya.
Pertemuan pertama ini dimanfaatkan dengan memperkenalkan dirinya dan memperkenalkan semua penyuluh agama Islam honorer di Kantor Urusan Agama Gambiran.
Disusul dengan paparan dan perkenalan penyuluh agama Buddha Tugino. Ia menyampaikan, di Gambiran ada 7 wihara dan 11 penyuluh agama Buddha yang siap kolaborasi dengan penyuluh lintas agama dalam mensosialisasikan moderasi beragama di wilayah Gambiran.
Paparan terakhir disampaikan oleh penyuluh agama Katolik Maya Regina Jumiati. "Ada 2 penyuluh agama Katolik di wilayah Gambiran dan satu gereja. Pelaksanakan toleransi dan moderasi beragama di wilayah lingkungan gerejanya telah berjalan dengan baik," ujarnya.
Bahkan lanjutnnya, atas bimbingan Romo Fajar, kehidupan beragama yang inslklusif telah berjalan dengan baik.
Setelah sesi perkenalan selesai, acara dilanjutkan dengan diskusi tentang program moderasi beragama lintas agama.
Program Pelita Gambir Wangi di Kecamatan Gambiran yang pertama adalah membentuk dalam jalur komunikasi media sosial melalui platform WhatsApp. Kedua, membuat slogan dan yel-yel, serta video kreatif tentang moderasi.
Adapun yel-yel tersebut berbunyi:
Kami penyuluh lintas agama Kecamatan Gambiran Kabupaten Banyuwangi,
Pelita Gambir Wangi,
siap mensukseskan tahun toleransi 2022, memupuk moderasi,
merajut Harmoni,
membangun Negeri,
NKRI harga mati.
Di akhir acara, peserta berfoto bareng dan membuat video sosialisasi moderasi beragama secara bersama-sama. Mereka bertekad akan menyebarkan melalui media sosial masing-masing. Ramah tamah dan ngobrol santai menandai akhir rembuk Pelita Gambir Wangi.
(Kemenag Banyuwangi)
(Kemenag Banyuwangi)



