Jakarta, Bimas Islam --- Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) menunjuk PT Waskita Karya sebagai arsitek pembangunan Masjid Raya Sheikh Zayed Solo. Penetapan tersebut disampaikan oleh Kedutaan Besar UEA dalam keterangannya di Jakarta, Senin (26/4).
Dubes RI untuk Uni Emirat Arab Husin Bagis mengatakan, terpilihnya PT Waskita Karya menunjukkan kepercayaan Pemerintah UEA kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Konstruksi RI yang memiliki pengalaman luas dan berkontribusi dalam berbagai proyek pembangunan di Indonesia.
“Banyak prestasi yang telah dibangun oleh PT Waskita Karya, dan berbagai macam proyek dan bangunan penting di Indonesia, antara lain Terminal III Bandara Soekarno Hatta, Gedung Bank Indonesia, Kantor Pusat Bank Mandiri, Hotel Shangrilla Jakarta, dan sejumlah komplek, jembatan dan jalan tol,” ujar Husin Bagis, Senin (26/4).
Husin Bagis melanjutkan, PT Waskita Karya milik BUMN ini merupakan perusahaan terkemuka yang memiliki reputasi sejak lama dalam bidang konstruksi di Indonesia dan berdiri sejak tahun 1961.
Selain itu, Husin menuturkan, dengan ditetapkannya keputusan Pemerintah UEA tersebut, maka proses pembangunan Masjid Raya Sheikh Zayed Solo akan dapat segera dimulai, dan akan dibangun di atas tanah seluas tiga hektare di Desa Gilingan, Banjarasari, Solo, Jawa Tengah.
Sebagai informasi, Masjid Raya Sheikh Zayed Solo ini akan menjadi replika dari Masjid Raya Sheikh Zayed yang berada di Abu Dhabi, dengan kekhasan seni arsitektur Islam modern dan merupakan simbol persahabatan antara UEA dan Indonesia. Masjid itu juga menjadi menara Islam di Indonesia sekaligus simbol moderasi dalam beragama.
Dok. Kedutaan Besar UAE
(Anty)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



