Jakarta, Bimas Islam -- Kementerian Agama (Kemenag) melalui program KUA Pemberdayaan Ekonomi Umat (PEU) memberi bantuan kepada pengusaha bengkel bernama Apit Hermawan di Gunung Malela, Medan, Sumatra Utara. Kemenag memberi bantuan kepada Apit berupa lokasi usaha bengkel baru yang lebih luas. Selain lokasi baru, Apit juga mendapat bantuan modal sebesar Rp5 juta.
Program KUA PEU Gunung Malela fokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui bantuan modal usaha dan pendampingan. Program ini tidak hanya menyediakan dana, tetapi juga mendampingi penerima manfaat dalam mengelola usaha, agar lebih berkembang dan berkelanjutan.
Penyuluh Agama Islam KUA Gunung Malela, Nur Hasanah Tanjung, mengungkapkan antusiasme penerima manfaat terhadap program KUA PEU. “Antusiasme para penerima manfaat sangat tinggi untuk memajukan dan mengembangkan usaha mereka, terutama setelah menerima bantuan dari KUA PEU,” jelas Nur pada Senin (2/9/2024).
Penerima manfaat, lanjut Nur, merasa sangat terbantu dengan program ini. Ia berharap, penerima manfaat dapat mengembangkan usahanya. “Jika dana bantuan itu dapat dikembangkan, insyaallah nanti akan dibuat tempat khusus untuk bengkel, walaupun sederhana,” ujarnya.
Kemenag berkomitmen untuk tidak hanya memberi bantuan jangka pendek, tetapi juga membangun kapasitas penerima manfaat agar mandiri secara ekonomi. Beberapa penerima manfaat yang sebelumnya mustahik kini bercita-cita menjadi muzaki setelah usahanya berkembang.
Nur menambahkan, tujuan jangka panjang dari program ini adalah menjadikan penerima manfaat lebih berdaya dan mampu memberi manfaat bagi orang lain. "Mereka ingin menjadi pemberi setelah dibantu oleh KUA PEU ini, dalam artian menjadi muzaki setelah sebelumnya menjadi mustahik," tambah Nur.
Program ini juga memberi pelatihan dan pendampingan, seperti pengelolaan keuangan, pemasaran, dan keterampilan teknis lainnya, agar usaha penerima manfaat dapat bertahan dan berkembang.
Fn/Mr



