Malang, Bimas Islam --- Subkoordinator pada Seksi Kepenghuluan Wilayah I Ditjen Bimas Islam Kemenag, Insan Khoirul Qolbi mengajak Penghulu se-Kota Malang mencegah terjadinya nikah siri. Hal ini disampaikan Insan pada Pembinaan Penghulu se-Kota Malang di KUA Klojen, Jumat (10/6/22).
"Kita tak henti-hentinya mengingatkan agar KUA di Kota Malang ikut menggalakkan upaya meminimalisir nikah siri," ungkap Insan.
"Ayo sosialisasikan bersama, terus menerus, tanpa henti dan tanpa lelah bahwa nikah siri pasti merugikan perempuan," tambahnya.
Insan menceritakan, kehadirannya di Kota Malang salah satunya untuk menelusuri penetapan itsbat nikah yang dianulir Pengadilan Agama dan dikuatkan Pengadilan Tinggi Agama Surabaya. Katanya, kasus tersebut sangat pelik sehingga anak yang dilahirkan tidak bisa mendapatkan hak bernasab kepada ayahnya.
Sementara itu, Kasi Bimas Islam Kankemenag Kota Malang, Achmad Shampton memotivasi para Penghulu untuk terus meningkatkan kompetensi. Menurutnya, Penghulu tidak hanya bertugas mencatat pernikahan dan rujuk tetapi juga menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.
"Penghulu di era globalisasi menghadapi banyak problematika dan dinamika. Penghulu tidak hanya konsentrasi pada pelayanan nikah dan rujuk, tapi juga pengembangan kepenghuluan, Moderasi Beragama, dan pelayanan berbasis transformasi digital," tegas pria yang akrab disapa Gus Shampton ini.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Dukung Keberlanjutan PaRD, Perkuat Kerja Sama Agama dan Pembangunan
Bangkok, Bimas Islam — Kementerian Agama (Kemenag) berkomitmen mendukung keberlanjutan International Partnership on Religion and Sustainable Development…



