Balikpapan, Bimas Islam -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur sebagai tuan rumah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional ke-30, menyambut kedatangan para kafilah di dua titik lokasi, yaitu Balikpapan dan Samarinda.
Kafilah MTQ Nasional dari berbagai daerah disambut dengan meriah. Salah satunya kafilah Sumatra Barat yang tiba di Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, Kota Balikpapan, Jumat (6/7/2024). Kafilah Sumatra Barat disambut dengan berbagai pertunjukan hiburan seperti musik tradisional, tarian daerah, serta pameran kerajinan lokal.
Kepala Biro Kesra Provinsi Sumatra Barat, Al Amin mengapresiasi sambutan tuan rumah. Dikatakannya, penyambutan tersebut memberi semangat dan motivasi bagi kafilah setelah menempuh perjalanan panjang.
“Penyambutan tuan rumah luar biasa. Kami dilayani dengan baik. Kafilah Sumbar juga disambut Ikatan Keluarga Minang (IKM),” ungkap Al Amin.
Rombongan kafilah yang berjumlah 100 orang, terdiri dari 54 peserta, 9 pelatih, 20 pendamping, serta 17 panitia lainnya, mendarat pada pukul 12.10 WITA setelah bertolak dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pukul 08.45 WIB.
Setelah acara penyambutan oleh tuan rumah, rombongan kafilah melanjutkan perjalanan ke Samarinda, lokasi utama MTQ. Rombongan kafilah menggunakan transportasi yang telah disiapkan pihak panitia. Perjalanan dari Balikpapan ke Samarinda memakan waktu sekitar tiga jam.
Tiba di Samarinda, imbuh Al Amin, kafilah Sumatra Barat melakukan registrasi ulang di Kadrie Oening Tower. Setelah registrasi, kafilah diharapkan terus mempersiapkan diri untuk memberi penampilan yang terbaik dalam perhelatan tersebut.
Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag Sumatra Barat diwakili Kepala Bidang Penais Zawa, Yufrizal mengatakan, keikutsertaan kafilah Sumatra Barat dalam MTQ ini akan memotivasi generasi muda untuk lebih dekat dan cinta Al-Qur’an.
“Meskipun perjalanan cukup panjang dan melelahkan, semangat para peserta tetap terpancar. Mereka terlihat bersemangat dan ceria saat berinteraksi dengan petugas LO yang dengan ramah membantu mengarahkan perjalanan kafilah Sumatra Barat menuju tempat penginapan,” tandasnya.
Kehadiran kafilah dari berbagai daerah di Indonesia menandai dimulainya kompetisi akbar yang berlangsung pada 6 hingga 16 September tersebut.
Wcp/Mr



