Bogor, Bimas Islam– Kemah Moderasi Beragama Tingkat Nasional 2024 resmi dibuka di Bogor, Senin (2/12/2024). Dalam acara ini, pemuka dari enam agama, yakni Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu, bergantian memimpin doa untuk keutuhan dan kedamaian bangsa Indonesia.
Pemuka agama Islam, KH. Fakhrudin Murodih, membuka sesi doa dengan memohon kepada Tuhan agar penyuluh lintas agama mampu membangun kasih sayang dan kerukunan demi kelangsungan pembangunan bangsa. "Ya Allah, Ya Tuhan Yang Maha Penyelamat, berikanlah kepada kami bangsa yang penuh kerukunan, keharmonisan, dan keselamatan. Berikan kepada kami kemampuan agar bisa melanjutkan pembangunan di negeri kami,” tuturnya.
Doa selanjutnya dipimpin oleh Pendeta Ayub Tampubolon, pemuka agama Kristen, yang berharap penguatan peran penyuluh agama dapat merawat persaudaraan, toleransi, dan perdamaian di tengah keberagaman bangsa. “Engkau memanggil kami untuk hidup dalam cinta kasih, menghargai perbedaan, dan membangun dunia yang damai. Hari ini kami datang sebagai saudara-saudari yang berusaha mempererat tali persahabatan dan menanamkan nilai-nilai moderasi beragama,” doanya.
Dari pihak Katolik, Pantis Gultom mendoakan agar bangsa Indonesia dapat hidup dalam cinta kasih yang menghargai perbedaan dan menciptakan harmoni. “Kami mohon curahkanlah Ruh Kudus-Mu agar setiap langkah dan kegiatan kami dipenuhi dengan kasih, kebenaran, dan hikmah. Berkatilah kami agar menjadi sarana membangun persatuan dalam keberagaman,” harapnya.
Doa secara Hindu dipimpin oleh
Pinandita Suwono, yang meminta bimbingan Sang Hyang Widhi Wasa agar seluruh rakyat Indonesia dapat bersatu dalam tujuan dan pikiran. “Uam Sangyang Widhiwaso, tuntunlah kami agar sama dalam tujuan, sama dalam hati, bersatu dalam pikiran hingga bersama mencapai kesejahteraan dan kebahagiaan,” tuturnya.
Pemuka Buddha, Romo Seno Halim, mendoakan agar penyuluh agama dapat membangun kesatuan bangsa dan menumbuhkan kedamaian bagi Indonesia. “Semoga acara ini penuh sukacita dan kebersamaan, serta membawa kedamaian bagi bangsa dan negara,” ungkapnya.
Terakhir, pemuka agama Konghucu, JS. Pendi, berdoa agar seluruh rangkaian kegiatan berkenan di hadapan Kuang Tien Sangti dan menghasilkan kebaikan untuk masa depan Indonesia. “Semoga apa yang dilaksanakan dan disepakati dalam acara ini menghasilkan kebaikan untuk menyongsong Indonesia yang lebih maju,” tuturnya.
Kegiatan Kemah Moderasi Beragama yang berlangsung selama tiga hari, 2–4 Desember 2024, diikuti oleh penyuluh lintas agama dari 25 provinsi di Indonesia. Acara ini menjadi simbol nyata persatuan dalam keberagaman untuk memperkuat nilai moderasi beragama di Tanah Air.
Ba/Mr



