Jakarta, Bimas Islam --– Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais Binsyar) Kemenag RI, Moh. Agus Salim mengungkapkan, membayar zakat fitrah menggunakan sampah plastik, merupakan salah satu terobosan membangun kemandirian umat Islam.
Zakat fitrah dengan sampah plastik merupakan cara unik yang dilakukan oleh Direktur Bank Sampah Majelis Taklim Kecamatan Koja, Jakarta Utara, Iing solihin. Dengan cara menukarkan sampah botol plastik, dan sampah plastik tersebut ditukarkan warga lalu kemudian dijual kepada pengepul dan hasilnya akan dibelikan beras.
“Jadi semua elemen masyarakat tetap bisa menyalurkan zakat fitrah, bahkan masyarakat dengan ekonomi yang minim pun tetap bisa menyalurkan zakat fitrah bahkan sedekah dengan menggunakan sampah plastik tadi,” ujar Agus saat menjadi narasumber pada “Webinar Peran Masjid dalam Pengelolaan Sampah” secara virtual, di Jakarta, Selasa (4/5).
Cara unik tersebut menurut Agus akan menjadi inspirasi, sampah tidak hanya dapat berakhir di penampungan sampah, akan tetapi selain dapat membantu perekonomian masyarakat, sampah juga bisa menjadi media sedekah.
“Saya rasa apa yang sudah dilakukan oleh pegiat lingkungan saat ini sangat luar biasa, saya sangat senang sudah diundang oleh Bank Sampah Nusantara (BSN) Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU), kedepannya mungkin kita bisa melakukan sinergi, termasuk dengan Bank Sampah dari Kecamatan Koja ini,” ujarnya.
Hadir juga sebagai narasumber Ketua DKM Masjid Annahdlah PBNU Satiri Ahmad, Inisiator Sedekah Sampah Iing Solihin, Ketua LPBI NU PBNU M. Ali Yusuf, dan peserta dari cabang BSN LPBI NU di seluruh Indonesia, Majelis Ulama Indonesia, dan Tim Koordinasi Nasional Penanganan Sampah Laut (TKN PSL).
(Anty)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



