Jakarta, Bimas Islam --- Di era Revolusi Industri 4.0 ini, perempuan harus mampu menghadapi dampak positif maupun negatif dari melesatnya laju perkembangan dunia digital, terutama dalam mendidik anak-anaknya. Orangtua tentu perlu mewaspadai bahwa media sosial juga dapat memberikan dampak negatif bagi anak-anak.
Demikian disampaikan Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP), Trisna Willy Lukman Hakim saat membuka seminar pengarusutamaan gender yang dilaksanakan Direktorat Jenderal Bimbimngan Masyarakat Islam, di Auditorium HM. Rasjidi, Jakarta (17/10).
Dikatkan Trisna Willy bahwa seminar perempuan dan media sosial sangat relevan karena begitu banyaknya peristiwa yang merapuhkan keluarga akibat derasnya pengaruh perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, khususnya media sosial.
Trisna Willy mencontohkan, Humas Pengadilan Agama Kelas 1A Kota Depok menyebutkan 210 dari 291 kasus perceraian di bulan September 2019 disebabkan perselisihan dan pertengkaran terus menerus.
“Perselisihan ini diakibatkan oleh media sosial, di antaranya instagram, whatsapp, facebook. Data Tahun 2018 menyebutkan perceraian sebanyak 3.525 kasus, di mana 2.673 nya diajukan pihak istri (cerai gugat)”, ungkapnya.
Perempuan dan laki-laki, lanjut Trisna Willy, mempunyai peranan yang sama pentingnya dalam keluarga. Perempuan harus mampu menghadirkan teknologi, termasuk media sosial, untuk mendidik dan mendukung pendidikan anak-anak di rumah, dengan membangun keluarga multimedia.
“Perempuan juga harus mampu mengawasi penggunaan media sosial oleh anak-anaknya karena belum ada yang dapat mengawasi konten media sosial. Keberadaan KPI hanya dapat mengawasi konten televisi, radio, dan lainnya tapi tidak media sosial. Dengan demikian, perempuan harus melek teknologi digital serta cerdas dan bijak dalam menggunakannya”, tegasnya.
Trisna Willy juga mengajak perempuan agar tetap berpikir terbuka dalam upaya pengembangan dirinya sebagai perempuan, terutama dalam hal yang menguatkan peranannya dalam keluarga. Sehingga, dengan demikian, perempuan dapat menghadapi pengaruh media sosial yang baik dan yang buruk, dan menguatkan posisinya dalam menjaga ketahanan keluarga.
Komitmen Ditjen Bimas Islam
Ditempat yang sama, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarkat Islam, Muhammadiyah Amin menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen dengan program pengarusutamaan gender. Dirjen juga memberi apresiasi kepada penasihat DWP karena telah konsisten melaksanakan program pengarusutamaan gender semalam lima tahun terakhir.
“alhamdulillah, insya Allah Ditjen Bimas Islam berkomitmen dengan program pengarusutamaan gender. Program ini sangat penting dan tepat, dalam konteks keluarga, perempuan dan laki-laki memiliki peran yang sama dalam menjaga ketahanan keluarga. Terimakasih ibu Menteri yang setia mendampingi Bimas Islam dalam melaksanakan seminar dengan tema-tema aktual”, ujar Dirjen.
Kegiatan ini diikuti oleh 300 peserta yang terdiri dari anggota majelis taklim se Jabodetabek, mahasiswa dan Komunitas Blogger Croni. Mengangkat tema "Perempuan dan Media Sosial: Peran Perempuan Menghadapi Pengaruh Media Sosial dalam Menjaga Ketahanan Keluarga". Hadir sebagai narsumber perwakilan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika, Praktisi media dan Psikolog anak dari Universitas Indonesia.
Penulis : syamsuddin
Editor : indah
Foto : bimasislam
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



