Jakarta, Bimas Islam -- Pendaftaran peserta calon imam masjid yang akan dikirim ke Uni Emirat Arab (UEA) dibuka hingga Selasa, 9 Mei 2023 pukul 23.59 WIB. Hal itu disampaikan Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah, Kementerian Agama, Adib dalam program OBSESI (Ngobrol se-jam Soal Islam), Senin (8/5/23) yang disiarkan di kanal YouTube Bimas Islam TV.
Adib mengatakan, hingga saat ini, sudah terdaftar sekitar 330 calon imam. "Sampai hari ini, pendaftar calon imam masjid (ke UEA) tahun 2023 tercatat sekitar 330-an. Kami berpesan kepada para hafiz yang berminat, bisa ikut dalam seleksi ini, sampai besok tanggal 9 pukul 23.59," tuturnya.
Ia juga menjelaskan, program pengiriman imam masjid ini merupakan bentuk kerja sama antara UEA dengan Indonesia. Hingga tahun 2023, Indonesia sudah mengirim sebanyak 70 imam masjid.
"Pengiriman imam dari Indonesia ini merupakan implementasi kerja sama dua negara, yaitu Indonesia dan UEA. Sudah berjalan beberapa tahun. Indonesia bisa menyediakan 200 imam yang dibutuhkan oleh UEA. Sampai di tahun 2023, baru terkirim 70 imam (yang ditempatkan) di berbagai negara bagian Arab," ujarnya.
Terakhir, Adib memaparkan perubahan syarat hafalan yang harus dimiliki para imam. Tahun ini, para imam diwajibkan hafal 20 juz al-Qur'an, berbeda dengan tahun sebelumnya yang mengharuskan hafalan 30 juz.
"Jadi kami mengimbau, mengajak hafiz yang punya minat, untuk berpartisipasi dalam proses seleksi ini," pungkasnya.
Msk/Mr



