Jakarta, Bimas Islam -- Kasubdit Edukasi, Inovasi, dan Kerja Sama Zakat dan Wakaf, Wida Sukmawati menyampaikan materi pembekalan pada penerima manfaat dalam acara Workshop dan Orientasi Pemberdayaan Ekonomi Umat Gelombang Ketiga di Kantor Kemenag Kota Pontianak, Selasa (6/6/2023).
“Faktor kunci keberhasilan program KUA Pemberdayaan Ekonomi Umat yaitu pendampingan, inovasi, dan kolaborasi tiga stakeholder utama, yaitu Kementerian Agama, pendamping (BAZNAS dan LAZ), da penerima manfaat,” ujarnya.
Ia menyampaikan, niat untuk berubah adalah pondasi utama kesuksesan penerima manfaat dalam program KUA Pemberdayaan Ekonomi Umat. Selain itu, dukungan keluarga seperti pasangan suami/istri maupun sanak saudara dekat menjadi aspek utama dalam keberhasilan keberlangsungan usaha. Sehingga dampak dari program ini mengokohkan keluarga menjadi harmonis dalam mewujudkan ketahanan keluarga dalam aspek ekonomi.
“Apresiasi atas kolaborasi LAZ Rumah Zakat, LAZISMU, BMH Hidayatullah, dan BAZNAS Kota Bau-Bau atas kesediaannya menjadi pendamping. Kunci utama keberhasilan program ini melalui pendampingan tertentu seperti pendampingan bagi pengusaha jasa akan berbeda dengan pendampingan bagi pengusaha produk maupun penjualan barang. Aspek pemasaran dan pengepakan produk menjadi langkah awal yang perlu diperhatikan pendamping agar pengusaha bisa naik kelas,” ucapnya.
Ia juga mengungkapkan, kerja sama dan harmoni dalam keluarga menjadi kunci penting dalam pengembangan usaha. Ia mencontohkan, ketika penerima manfaat adalah sang istri, maka sang suami bisa menjadi karyawan bagi usahanya, dan bisa lebih fokus menjalankan dan mengembangkan usaha.
Program penerimaan manfaat batch tiga ini dilakukan di lima KUA yaitu KUA Ujungbulu Sulawesi Selatan, KUA Sungai Raya dan KUA Pontianak Tenggara Kalimantan Barat, KUA Balikpapan Timur Kalimantan Timur, dan KUA Wolio Sulawesi Tenggara.
Fn/Mr



