Surabaya, Bimas Islam --- Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur terus melakukan pendampingan trauma healing kepada para korban terdampak erupsi Gunung Semeru dengan melibatkan para Penyuluh dan Penghulu.
Kabid Urais Kanwil Kemenag Jawa Timur, M. Amin Mahfud mengungkapkan, saat ini aktivitas masyarakat di daerah yang terdampak erupsi Gunung Semeru sudah berangsur normal kembali. Untuk itu, tim Satgas Kesiapsiagaan Bencana lebih berfokus pada pendampingan untuk trauma healing.
"Bantuan dari berbagai pihak juga sudah didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan pokok bagi para warga yang terdampak, kini hanya pemulihan dan pendampingan saja," ungkap Amin, Selasa (21/12/2021).
Amin mengatakan, ada dua kecamatan yang terdampak paling parah akibat erupsi Gunung Semeru pada Sabtu (4/12/2021) lalu, yakni Kecamatan Pronojiwo dan Kecamatan Candipuro. Sehingga distribusi bantuan akan lebih difokuskan ke dua tempat tersebut.
"Bahkan, jembatan Gladak Perak yang menghubungkan Kabupaten Lumajang dan Malang hingga saat ini masih belum bisa dilalui karena masih rusak akibat diterjang material vulkanik," lanjut Amin.
Namun, Amin memastikan, layanan Kantor Urusan Agama di Kecamatan Pronojiwo dan Kecamatan Candipuro tetap berjalan normal untuk turut membantu dalam distribusi bantuan logistik kepada para warga setempat.
(Boy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Ini Langkah Kemenag Jadikan Dana Sosial Keagamaan Instrumen Strategis Pengentasan Kemiskinan
Bandung, Bimas Islam — Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad, menegaskan bahwa zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya…



