Bogor, Bimas Islam --- Kasubdit Bina Paham Keagamaan dan Penanganan Konflik, Akmal Salim Ruhana menyampaikan, pendekatan keagamaan dapat menumbuhkan kembali semangat dan kesehatan mental masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19. Hal ini disampaikan oleh Akmal saat menjadi pembicara webinar bertajuk Agama dan Covid-19: Eksplorasi Kepatuhan dan Resilensi Masyarakat di Ruang Publik yang diselenggarakan oleh Lembaga Peneliti Kebijakan Publik, CSIS.
Akmal menyatakan, akibat pandemi Covid-19 yang berkepanjangan menimbulkan masalah mental bagi sebagian masyarakat. Untuk itu, melalui pendekatan keagamaan dan bimbingan dari tokoh-tokoh dan penyuluh agama sangat berperan untuk mengembalikan motivasi mereka.
"Dalam agama, kita pasti mengenal tentang sabar, tawakal, ikhlas, dan sebagainya, yang menjadi daya kenyal ( resilience) sehingga rasa optimis masyarakat kembali muncul dalam menghadapi situasi yang sulit," ungkap Akmal di Bogor, Jumat (10/12/2021).
Akmal memaparkan, pada masa pandemi dengan sejumlah informasi yang beredar, mayoritas masyarakat lebih percaya dengan informasi yang disampaikan oleh para tokoh agama. Hal ini yang membuat peranan tokoh dan penyuluh agama menjadi sangat penting dalam penanganan Covid-19.
"Komunikasi kepada masyarakat yang dilakukan dengan pendekatan agama, pada umumnya lebih tersampaikan dengan baik. Untuk itu, keterampilan menyampaikan narasi juga perlu diperhatikan," lanjutnya.
Akmal berharap, dengan adanya kerja sama dan sinergitas yang terbangun dengan lintas sektoral sejumlah pihak, penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia semakin menunjukkan perbaikan sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali normal.
(Boy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



