Sumba Tengah, Bimas Islam --- Moderasi beragama sebagai sikap pertengahan menjadi salah satu strategi dalam menyelesaikan persoalan masyarakat di berbagai bidang. Bahkan, moderasi beragama yang diterapkan secara proporsional terbukti menjadi solusi atas sikap ekstrem sebagian masyarakat terkait mahar pernikahan.
Fakta inilah yang terjadi di Kabupaten Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur (NTT). Pendekatan moderat secara perlahan-lahan mampu mengubah sebagian sikap masyarakat dalam memahami mahar pernikahan yang sesuai hukum Islam.
"Ada oknum masyarakat yang terkesan mematok mahar harus membawa hewan ternak, sejumlah kain, emas, dan perak sehingga banyak pemuda yang merasa tidak mampu atau berat saat akan melamar dan menikah," ungkap Kepala Seksi Pendidikan dan Bimas Islam Kankemenag Kabupaten Sumba Tengah, Ahmad Hadi Mulyo kepada bimasislam, Jumat (13/5/22).
Sebaliknya, sebagian masyarakat masih meyakini kesakralan mahar segelas air putih sebagai keharusan. Hamdi menyatakan, pihaknya melakukan edukasi kepada masyarakat terkait pemahaman ini.
"Ada anggapan dari masyarakat bahwa mahar segelas air putih langsung dan hanya dinikmati oleh istri. Tidak ada kekhawatiran kalau maharnya digunakan atau dibagi dengan suami," tambahnya.
Dalam memberikan edukasi, Hamdi menggunakan pendekatan kekeluargaan. Ia juga berkoordinasi dengan tokoh agama setempat untuk bersama-sama memberikan edukasi kepada masyarakat.
"Sekitar dua tahun memberikan edukasi sehingga mahar segelas air putih sudah tidak ada lagi. Masyarakat mulai memahami bahwa mahar adalah hak istri dan bukti kesungguhan calon suami. Calon suami mengupayakan yang terbaik sesuai kemampuan mereka," tambah Hamdi.
"Mahar merupakan simbol kemauan dan kemampuan suami menafkahi istri. Berjuang memberikan mahar merupakan motivasi agar kelak setelah menjadi suami bersungguh-sungguh menafkahi istri dengan keringat sendiri," pungkasnya.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



