Kota Tegal, Bimas Islam --- Sebagai salah satu Kantor Urusan Agama (KUA) yang direvitalisasi, KUA Tegal Barat memilih pendekatan persuasif terhadap adanya kelompok ekslusif. Pendekatan ini merupakan salah satu bentuk layanan prima berbasis moderasi beragama.
"KUA bersama Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Babinkamtibmas) memilih melakukan pendekatan persuasif. Kami ikut masuk dan beribadah di komunitas tersebut," ungkap Penghulu KUA Tegal Barat, Ali Murtadho saat ditemui di KUA Tegal Barat, Selasa (26/10/21).
Ali menambahkan, kelompok tersebut tidak menanamkan wawasan kebangsaan terhadap komunitasnya. Melalui pendekatan persuasif oleh KUA dan Babinkamtibmas, kelompok yang diikuti oleh masyarakat dari luar Tegal Barat ini perlahan mulai membuka diri.
"Misalnya saat pandemi Covid-19 memuncak dan pemerintah menyarankan Salat Idul Adha di rumah. Kami bersama TNI dan Polri memberikan edukasi dan alhamdulilah mereka taat," tambah Ali.
Selain itu, tambah Ali, KUA juga tetap memberikan pelayanan prima. Baik terkait pelayanan pernikahan, pengurusan tanah wakaf, dan layanan lainnya.
"Tidak ada perbedaan pelayanan. Semuanya prima. Mereka mengurus pernikahan, kita layani. Begitu pula saat mengurus tanah wakaf," pungkas Ali.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



