Jakarta, Bimas Islam — Kementerian Agama terus mendorong pembinaan remaja melalui program Duta Peer Educator. Program ini menjadi salah satu strategi untuk melahirkan Remaja Qeren Qur’ani (RQQ), yaitu generasi muda yang cerdas, berakhlak, dan memiliki ketangguhan moral serta spiritual.
Saat ini, Duta Peer Educator tersebar di delapan provinsi: Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Lampung, Nusa Tenggara Barat, dan Sumatera Utara. Sebanyak 90 siswa dan siswi aktif menggerakkan edukasi sebaya di madrasah dan sekolah.
Sekretaris Ditjen Bimas Islam, Lubenah, menyebut program ini tidak hanya meningkatkan kemampuan literasi remaja, tetapi juga memperdalam pemahaman keagamaan. “Di sana para duta mempelajari bagaimana sifat para rasul dan nabi yang perlu dicontoh saat menjalani kehidupan,” ujarnya saat membuka Penguatan Kapasitas Duta Nasional Peer Educator Literasi Remaja Tangguh (PELITA) di Jakarta, Rabu (26/11/2025).
Ia mengungkapkan bahwa para duta menjadi ujung tombak dalam menangani isu-isu yang dekat dengan kehidupan remaja. “Mereka fokus menyentuh isu-isu yang dekat dengan remaja, seperti judi online, mabuk, dan perilaku menyimpang lainnya,” jelasnya.
Lubenah juga menekankan pentingnya pencegahan perkawinan anak yang berisiko bagi kesehatan ibu dan masa depan remaja perempuan.
Sementara itu, Kasubdit Bina Keluarga Sakinah, Zudi Rahmanto, menilai, Duta Peer Educator telah memberi dampak positif bagi lingkungan pergaulan remaja. Ia menjelaskan bahwa nilai-nilai kebajikan yang ditanamkan dalam program ini membentuk Karakter Generasi Qur’ani—remaja yang religius, moderat, bijaksana, bertanggung jawab, serta terus mengembangkan diri.
Karakter tersebut dibangun melalui empat pilar RQQ: mengenal diri dengan memahami prinsip tauhid; mengelola diri melalui welas asih, kebijaksanaan, dan kerendahan hati; mengenali orang lain dengan mengasah empati dan berbakti kepada orang tua; serta membangun hubungan baik dengan komunikasi santun, disiplin waktu, menepati janji, dan menghadirkan kebaikan bagi lingkungan.
“Program ini bisa memberikan pengaruh yang besar di lingkungan mereka. Ketika remaja dapat meneladani sifat-sifat Rasulullah dan mengimplementasikannya, insyaallah akan menjadi hal yang positif,” kata Zudi.
Kemenag berharap keberadaan Duta Peer Educator menciptakan ruang pembinaan remaja yang lebih dekat, relevan, dan efektif, sehingga melahirkan generasi muda yang berdaya, berakhlak, dan siap menghadapi tantangan zaman.
Msk/Mr



