Jakarta, Bimas Islam --- Wakil Direktur Lembaga Amil Zakat (LAZ) Al-Azhar, Rahmatullah Sidik mengaku penerima manfaat program KUA Percontohan Ekonomi Umat mengalami kemajuan usaha.
Rahmat menyampaikan, berdasarkan laporan tim pendamping di 3 KUA Percontohan Ekonomi Umat, penerima manfaat mampu meningkatkan kesejahteraan setelah menerima bantuan modal dan pelatihan. Salah satunya, usaha penjualan makanan olahan beku ( frozen food) penerima manfaat KUA Duren Sawit.
"Mereka sudah mulai bergerak ekonominya, bahkan ada yang mengalami kemajuan cukup progresif. Baik dari segi ekonomi, sosial, dan yang terpenting dari aspek religiositasnya," terang Rahmat di sela acara Penyusunan Modul KUA Percontohan Ekonomi Umat di Kemayoran, Jakarta, Selasa (8/3/2022).
Rahmat mengatakan, dengan adanya program KUA Percontohan Ekonomi Umat, para penerima manfaat juga diajarkan berinteraksi dengan anggota kelompoknya. Hal ini, lanjutnya, berdampak pada kemampuan sosial dalam berorganisasi.
"Karena dalam meningkatkan pendapatan tidak bisa bergerak sendiri. Bagaimana caranya kita membangun jaringan pemasaran, itulah pentingnya belajar berorganisasi dan berinteraksi dengan pihak lain," lanjutnya.
Rahmat menambahkan, sisi religius dari para penerima manfaat tetap harus diperkuat. Hal ini agar penerima manfaat tetap rendah hati saat usahanya sukses.
"Artinya, jangan nanti ketika sukses menjadi lupa daratan dan kufur nikmat. Di sinilah peranan para Penyuluh untuk melakukan pendampingan dari aspek keagamaan," tutupnya.
(Boy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



