Kota Tanjungpinang, Bimas Islam -- Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Kementerian Agama, menggelar Program Pemberdayaan Ekonomi Umat di KUA Tanjungpinang Timur. Telah terpilih sebanyak 10 penerima manfaat yang ditentukan melalui proses seleksi berkas dan verifikasi lapangan. 10 penerima manfaat tersebut mengikuti workshop/orientasi program, Senin-Rabu, 29 hingga 31 Mei 2023.
Satu dari 10 penerima manfaat Program KUA Pemberdayaan Ekonomi adalah M. Yahya Hadi Saputra, pemilik Kedai Khaya Thai Tea di daerah Air Raja. Di umurnya yang ke 25, ia memiliki dua cabang Thai Tea yang ia bangun bersama istrinya.
"Saya sangat berterima kasih atas bantuan yang telah diberikan. Dana bantuan ini nantinya akan saya belikan gerobak portabel dan beberapa kompor," ungkap Yahya, Rabu (31/5/2023).
Ada juga Sri Wahyuni, seorang ibu berusia 31 tahun yang memiliki pengalaman bekerja di industri garmen. Kini ia memiliki ruang produksi pakaian miliknya sendiri bernama Syifa Collection.
"Rencananya, saya akan beli mesin obras, terus juga nambah mesin jahit agar bisa menambah pesanan jahitan," ujar Sri.
Selain itu, Arma Maya Sarah D, seorang pembuat roti yang telaten dan ulet. Saat membuat roti, ia selalu memerhatikan suhu ruangan dan betul-betul menjaga kualitas roti yang dijualnya. Sementara Maya membuat roti, suaminya keliling kampung menjajakan roti dari siang hingga sore.
"Kebetulan suami saya dulu pernah bekerja lama di toko kue, jadi mengerti bagaimana caranya agar roti tidak kering. Roti juga kita jaga agar tidak kepanasan. Kalau tidak habis, kita tidak akan jual lagi, paling untuk dimakan sendiri atau dibagikan," tutur Maya.
Selain tiga penerima manfaat tersebut, masih terdapat tujuh penerima manfaat lainnya yang memiliki usaha kuliner.
Para penerima manfaat dipilih berdasarkan sejumlah syarat, di antaranya berusia di bawah 35 tahun, calon pengantin atau sudah menikah, memiliki usaha di atas 6 bulan, menetap di wilayah Tanjungpinang Timur, dan lainnya.
Fn/Mr



