Pangkep, Bimas Islam -- Rangkaian kegiatan visitasi lomba penyuluh agama Islam teladan tingkat provinsi Sulawesi Selatan diakhiri di Kab. Pangkajene Kepulauan.
Menempuh perjalanan dengan perahu motor dari dermaga di kota Pangkajene sekira 2 jam 30 menit lamanya, tim penilai visitasi yang dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Prov. Sulawesi Selatan merapat di dermaga Pulau Sanane.
Pulau Sanane adalah pulau seluas 3,45 km persegi yang masuk dalam wilayah administratif Desa Mattaro Adae Kec. Liukang Tupabbiring Kab. Pangkajene Kepulauan.
Bertempat di Masjid Nurul Falah Desa Mattaro Adae, kegiatan visitasi lomba penyuluh agama teladan tingkat provinsi Sulawesi Selatan dilaksanakan pada Sabtu, 10 September 2022. Adalah Sukma Paramita, penyuluh agama non PNS Kabupaten Pangkep yang masuk nominasi penyuluh agama teladan tingkat provinsi. Dia yang berdomisili di Pangkajene, harus menempuh perjalanan sejauh kurang lebih 17 mil atau setara dengan 32 km dengan menggunakan perahu motor menuju ke pulau Sanane menemui objek binaannya.
Goncangan ombak selama perjalanan tidak menyurutkan semangatnya untuk mengabdi memberikan pencerahan keagamaan bagi anggota majelis taklim binaannya.
"Tidak ada tindakan sekecil apapun yang sia-sia," ucap Sukma Paramita dalam presentasinya yang berjudul Moderasi Beragama Dalam Perspektif Kearifan Lokal, Masyarakat Desa Mattaro Adae Kec. Liukang Tupabbiring Kabupaten Pangkep di depan tim penilai visitasi.
Mewakili pemerintah daerah kecamatan Liukang Tupabbiring, Indriyani mengapresiasi kehadiran Sukma Paramita yang telah mengaktifkan majelis taklim di desa Mattaro Adae. Kegiatan-kegiatan keagamaan di desa Mattaro Adae menjadi semarak berkat kehadiran Sukma Paramita.
"Atas nama pemerintah daerah, kami mengapresiasi pencapaian yang luar biasa dari Sukma Paramita atas prestasinya masuk nominasi penyuluh agama non PNS teladan tingkat provinsi yang secara tidak langsung juga memperkenalkan pulau Sanane. Kami berharap Sukma Paramita dapat mengukir prestasi terbaik dan mewakili prov. Sulawesi Selatan di tingkat nasional," Indriyani.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Pangkajene Kepulauan, Muhammad Nur Halik berterima kasih yang sebesar-besarnya atas penyambutan yang dilaksanakan secara meriah oleh masyarakat Desa Mattaro Adae.
Menurutnya, hal ini merupakan bukti yang tak terbantahkan atas kecintaan masyarakat kepada Sukma Paramita yang merupakan penyuluh agama non PNS Kementerian Agama.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, Khaeroni dalam arahannya mengapresiasi tema moderasi beragama yang dipilih oleh Sukma Paramita dan menekankan pentingnya moderasi beragama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Ciri moderat, kata Khaeroni, diantaranya adalah menghargai kearifan lokal dan konstitusi negara.
Secara khusus Khaeroni berpesan kepada para penyuluh agama untuk senantiasa menjalin silaturahim dengan berbagai pihak dalam rangka mensukseskan program pembinaan terhadap masyarakat. (Andis/AB)
(Sulsel.kemenag.go.id)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



