Jakarta, Bimas Islam --- Ibadah puasa yang dilaksanakan selama sebulan penuh di bulan Ramadan diharapkan menjadi perisai dari berbagai keburukan. Hal ini seperti disampaikan Dirjen Bimas Islam Kemenag, Kamaruddin Amin dalam Inside Ramadan Spesial Bimas Islam yang tayang di JakTV, Minggu (1/5/22) sore.
"Puasa adalah perisai yang memproteksi pelaku puasa untuk tidak melakukan hal-hal terlarang. Puasa melatih pelakunya untuk selalu merasakan kehadiran Allah," ungkap Dirjen.
Orang yang terbiasa berpuasa, lanjut Dirjen, diharapkan mampu merasakan kehadiran Allah baik di rumah, tempat kerja, saat bertransaksi bisnis, dan dalam setiap aktivitas.
"Di mana pun dan kapan pun, teruslah berusaha merasakan kehadiran Allah Yang Maha Hadir," ajaknya.
Orang yang merasakan kehadiran Allah, lanjut Dirjen, akan terjaga keseharian dan aktivitasnya. Ia akan mempu mengendalikan diri sehingga terus berada di jalan kebaikan meski dihimpit berbagai jenis godaan.
"Dengan merasakan kehadiran Allah, kita merasa terpantau hingga terus berada di jalan Allah, tidak melakukan pelanggaran dan hal yang tidak sesuai lainnya," ungkapnya.
Puasa, pungkasnya, bertujuan mentransformasi seseorang menjadi pribadi yang senantiasa merasakan kehadiran Tuhan Semesta Alam dalam setiap aktivitas pribadi dan sosialnya.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Gemah Asri KUA Gedebage, Dirjen Bimas Islam Ajak Berubah Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik
Bandung, Bimas Islam == Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) terus mendorong percepatan transformasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik…



