Pontianak, Bimas Islam --- Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat, Syahrul Yadi mengatakan, para Penghulu dan Penyuluh Agama Islam di Kalimantan Barat harus bersatu dan berkolaborasi memperkenalkan agama dan budaya kepada masyarakat.
Hal itu dikatakan Syahrul pada acara Pengukuhan dan Pembinaan Pengurus Cabang Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) Kota Pontianak Masa Bakti 2022 - 2026 di Kota Pontianak, Rabu (7/1/2022).
“Penghulu dan Penyuluh harus mampu menjadikan nilai-nilai budaya yang merupakan kearifan lokal sebagai salah satu instrumen dakwahnya,” katanya.
Karena menurut Syahrul, agama sesungguhnya adalah sebagai perekat solidaritas sosial karena nilai-nilai kemanusiaan yang diajarkan di dalamnya.
Pada acara yang bertema ‘Penyuluh dan Penghulu Bersatu, Indonesia Maju’ itu Syahrul berharap, Penghulu dan Penyuluh Agama Islam bisa belajar dari sejarah Wali Songo sebagai referensi berdakwah.
“Misalnya seperti Sunan Kalijaga, ia menerapkan model dakwah dengan pendekatan budaya, yaitu dengan melalui lagu dan wayang. Bahkan untuk melihat pertunjukan wayang tiket masuknya membaca Kalimosodo, artinya dua kalimat syahadat,” kata Syahrul.
Pada acara yang juga Pelantikan Forum Komunikasi Penyuluh Agama Islam (FKPAI) Kota Pontianak Masa Bakti 2022 – 2026 itu Syahrul juga meminta kepada Penghulu dan Penyuluh untuk mempelajari budaya yang ada di Kalimantan Barat.
Menurutnya, Kalimantan Barat mempunyai banyak alat musik khas daerah seperti sapek-sapek, gong-gong, dan kollantung. Gong-Gong dan kollantung merupakan alat musik yang multifungsi. Bisa sebagai mas kawin, sebagai dudukan simbol semangat dalam pernikahan, ataupun sebagai bahan pembayaran dalam hukum adat.
Ia menambahkan, tradisi dan budaya itu bisa dimanfaatkan dalam menyampaikan nilai-nilai agama agar tercipta saling menghargai budaya satu sama lain.
“Budaya saling menghargai satu sama lain adalah wujud untuk menciptakan toleransi seperti yang dianjurkan dalam Islam,” pungkasnya.
(Anty)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



