Maros, Bimas Islam --- Alimin, seorang penghulu di KUA Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel) rela menerjang banjir menggunakan perahu kayu demi menikahkan warga.
Menurutnya, banjir tersebut disebabkan hujan deras yang mengguyur beberapa wilayah. Banjir terparah terjadi di Dusun Tana Takko Desa Alatengae Kecamatan Bantimurung, lokasi salah satu pasangan yang akan melangsungkan pernikahan pada Selasa, 22 Februari 2022.
“Karena akses jalan menuju rumah mempelai banjir dan harus menyeberangi sungai, maka untuk menuju ke lokasi, kami harus menggunakan perahu kayu,” ujar Alimin kepada bimasislam melalui keterangan tertulis, Rabu (23/2/22).
Alimin mengaku sempat cemas saat menyeberangi sungai karena airnya sangat deras dan kondisi cuaca yang masih hujan. Namun berkat bantuan dari masyarakat sekitar, ia bisa menyeberangi sungai dengan selamat.
“Totalitas seorang Penghulu menjadi hal mutlak meski dalam situasi banjir, tetapi tetap harus menjaga keselamatan diri terlebih dahulu. Hal itu juga berlaku saat memberikan pelayanan nikah di luar kantor,” katanya.
Tantangan dan kendala yang dihadapi Penghulu tentu tidak mudah, tetapi menurut Alimin, peran dan tugas Penghulu itu sangat mulia. Ia menjadi tumpuan hajat orang banyak, khususnya mereka yang akan melangsungkan pernikahan.
“Kondisi cuaca yang tidak menentu, bahkan bencana yang terjadi tidak akan menyurutkan langkahnya untuk memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat, pelayanan yang cepat, tepat, dan bertanggung jawab,” pungkasnya.
(Anty)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Ini Langkah Kemenag Jadikan Dana Sosial Keagamaan Instrumen Strategis Pengentasan Kemiskinan
Bandung, Bimas Islam — Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad, menegaskan bahwa zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya…



