Jakarta, Bimas Islam --- Profesi Penghulu biasanya dikenal luas masyarakat sebagai petugas di Kantor Urusan Agama (KUA) yang mengurusi masalah pernikahan. Namun, hal berbeda dengan Sawaldi, Penghulu yang bertugas di KUA Ciracas, Jakarta Timur ini dikenal sebagai Penghulu yang serba bisa.
Selain sebagai penghulu, Sawaldi dikenal juga sebagai petugas pengurus pemulasaraan jenazah. Hal ini sudah ia lakukan sejak tahun 1987 ketika ditunjuk warga Cempaka Putih untuk mengurusi jenazah.
"Waktu itu saya ditunjuk hanya karena saya sering ke masjid dan memakai peci, jadi warga setempat mengira saya seorang santri dan mengetahui tata cara mengurus jenazah," ujar Sawaldi saat dijumpai di KUA Ciracas, Senin (26/10/2021).
Sejak kejadian itu, Sawaldi menawarkan diri untuk magang menjadi pengurus jenazah di Rumah Sakit Islam Cempaka Putih. Hal ini yang membuatnya tetap menjalani tugas sebagai pengurus jenazah, meski sudah diangkat sebagai Penghulu di Kanwil Kemenag DKI Jakarta sejak 1993.
"Bahkan, saya punya mobil ambulans yang jadi mobil operasional saya ke mana-mana. Gara-gara itu, saya bahkan dijuluki sebagai Penghulu Ambulans," ujarnya sambil berkelakar.
Saat kasus Covid-19 melonjak drastis pada awal Juli lalu, Sawaldi juga membantu Kecamatan Ciracas untuk membuatkan peti mati akibat korban jiwa yang membludak. Selain itu, ia juga melakukan pelatihan kepada sejumlah tokoh agama dan masyarakat agar mampu mengurus pemulasaraan jenazah dengan protokol Covid-19, namun tetap sesuai syariat Islam.
"Waktu itu, pihak Kecamatan sempat kewalahan karena korban yang meninggal dunia sangat banyak. Tapi alhamdulillah, setelah itu keadaan kembali normal," tutupnya.
(Boy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Dukung Keberlanjutan PaRD, Perkuat Kerja Sama Agama dan Pembangunan
Bangkok, Bimas Islam — Kementerian Agama (Kemenag) berkomitmen mendukung keberlanjutan International Partnership on Religion and Sustainable Development…



