Magelang, Bimas Islam – Pegiat Jamaah Kopdariyah, Komunitas Lintas Iman Magelang Raya, Achmad Labib mengatakan, perbedaan dan keberagamaan adalah keniscayaan yang tak terhindarkan.
Hal tersebut disampaikannya pada kegiatan Peningkatan Pemahaman tentang Candi Borobudur pada Stakeholder dan Penguatan Forum Kerukunan Umat Buddha melalui Dialog Kerukunan Intern Umat Buddha, pada Sabtu (4/6/2023).
“Ketika berinteraksi dengan orang lain dalam suatu komunitas, sekecil apa pun, yang terpenting adalah bagaimana memahami perbedaan, bukan mencari atau bahkan memaksakan kesamaan,” sebutnya.
Seiring dengan itu, Dirjen Bimas Buddha Supriyadi menjelaskan pentingnya penguatan moderasi beragama di Indonesia sebagai strategi untuk mewujudkan kehidupan yang rukun, damai, dan harmonis. Lebih jauh, menurut Supriyadi, praktik moderasi beragama akan memperkuat rasa kebangsaan masyarakat Indonesia sendiri.
“Setidaknya lewat penguatan moderasi beragama, setiap warga negara, setiap masyarakat Indonesia bisa memahami pentingnya arti kebangsaan kita, yakni bagaimana kita bisa menerima dan mempraktikkan serta melaksanakan, untuk menjaga dan mewujudkan tentang Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI, serta seluruh peraturan yang berlaku untuk menjaga keutuhan negara Indonesia,” jelas Supriyadi.
Kegiatan Penguatan Forum Kerukunan Umat Buddha melalui Dialog Kerukunan Intern Umat Buddha bertujuan mewujudkan keharmonisan intern umat Buddha, diikuti oleh 150 orang peserta umat Buddha dari Provinsi Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Timur.
Sementara Bhikkhu Nyanasuryanadi Mahathera menjelaskan, perbedaan adalah kebenaran alamiah dan perbedaan merupakan kebutuhan. Hal itu juga dipertegas juga oleh Bhikkhu Dhammasubho Mahathera, yang menyampaikan bahwa agama hendaknya tidak dibanding-bandingkan, tetapi disanding-sandingkan agar menjadi indah.
“Pilar penyangga moderasi beragama meliputi rukun intern umat beragama, rukun antarumat beragama dan rukun umat beragama dengan pemerintah,” terang Bhante.
Ba/Mr



