Jakarta, Bimas Islam --- Film religi menjadi sarana dakwah dan syiar Islam yang efektif. Selain dipublikasikan melalui perangkat teknologi yang mudah diakses, syiar Islam melalui film tidak bersifat menggurui.
Hal inilah yang disampaikan Direktur Penerangan Agama Islam Kemenag, Syamsul Bahri dalam Penutupan Penjurian Kompetisi Film Pendek Islami (KFPI) Nasional Tahun 2022 di Jakarta, Kamis (7/7/22) malam. Secara khusus, Syamsul mengapresiasi kerja keras 165 Dewan Juri yang terlibat.
"Apresiasi tertinggi kami sampaikan kepada seluruh Dewan Juri KFPI Tingkat Provinsi dan Nasional yang tanpa kenal lelah melakukan penilaian di 33 provinsi dan pusat. Terima kasih atas semangat, kerja keras, dan kerja sama dalam menyemangati generasi milenial untuk bersama membangun bangsa melalui film religi," ungkap Syamsul.
"Terus kawal kami, jangan tinggalkan kami. Kita memiliki misi bersama untuk membina dan meningkatkan keterlibatan generasi milenial dalam syiar Islam. Kita memiliki kepentingan bersama untuk menciptakan negara yang aman, tenteram, dan kondusif," tambah mantan Kakanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur ini.
Kasubdit Seni, Budaya, dan Siaran Keagamaan Islam Direktorat Penerangan Agama Islam, Sayid Alwi Fahmi menjelaskan, kompetisi film religi tahunan ini dilaksanakan di tingkat provinsi dan nasional.
Sebanyak 603 peserta dengan 441 film dari 33 provinsi mengikuti penilaian pada Juni 2022. Peserta di tingkat nasional sebanyak 99 film yang merupakan juara dari 33 provinsi. Hadir dalam kegiatan ini, 10 dewan juri nasional yang diketuai aktivis perfilman nasional, Christine Hakim.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



