Jakarta, Bimas Islam --- Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama menggelar Bimtek Pengelolaan Jejaring Lokal KUA Kecamatan selama empat hari sejak Selasa hingga Jumat, 23-26 Maret 2021. Kegiatan yang dihadiri 110 Kepala KUA dari 34 Provinsi di Indonesia itu berlangsung dengan protokol kesehatan (prokes) yang ketat.
Alisa Wahid yang menjadi Fasilitator kegiatan tersebut mengatakan bahwa program Revitalisasi KUA adalah hal yang mendesak dilakukan. Ia pun mendukung penuh rencana Kementerian Agama yang akan membangun 100 KUA pilot pada tahun 2021 ini.
"Saya harap kita semua sudah memahami pentingnya enam KUA model. Itu karena tahun ini akan ada 100 KUA pilot. Nah supaya 100 KUA pilotnya ini jelas, maka kita perlu modelnya. Ibarat bangun rumah itu paketnya," kata Alisa pada kegiatan Focus Group discussion (FGD) terkait Enam KUA Model di Jakarta, Selasa (23/03/2021).
Alisa menerangkan bahwa enam KUA model tersebut akan menjadi contoh bagi gedung KUA yang lain. Sebab, ia mengimbuhkan, KUA merupakan representasi dari Kementerian Agama di tingkat kecamatan, sehingga KUA diharapkan bisa memberikan layanan yang optimal.
"Kami berharap tahun 2024 nanti, setengah dari jumlah KUA yang ada sekarang telah direvitalisasi, baik dari fisik bangunannya, sarana dan prasarananya. Kita harus ingat bersama bahwa salah satu program unggulan Gus Menag adalah KUA," katanya.
Alisa mengaku memahami tujuan dari salah satu program unggulan Menteri Agama terkait KUA. "Untuk mewujudkan umat beragama yang moderat, unggul, maslahat, rukun, dan damai ini, salah satu program unggulan Gus Menag adalah KUA Pusaka atau Pusat Layanan Keagamaan," ujarnya.
"Jadi KUA Pusaka ini program unggulan dari pekan pertama Gus Menag ini menerima amanah, saya sudah mendengar soal program KUA. Saya kira wajar, sebab KUA adalah lembaga vertikal sampai ke Kementerian Agama pusat. Jalurnya jelas dari Kementerian Agama sampai tingkat kecamatan," sambungnya.
Namun demikian, ia menegaskan, rumah besarnya tetap pada moderasi beragama. Tujuannya adalah terwujudnya KUA sebagai pusat layanan keagamaan yang prima, kredibel, dan moderat dalam rangka meningkatkan kualitas kehidupan umat beragama.
"Tujuan akhirnya adalah meningkatkan kualitas kehidupan umat beragama. Karena ini KUA-nya harus prima, keren, kredibel, bisa dipercaya dan bisa diandalkan," pungkasnya.
(Rendi)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



