Jakarta, Bimas Islam --- Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag, Tarmizi Tohor mengatakan antara penghimpunan dana zakat dengan peningkatan kompetensi amil saling terkait.
“Memang diakui, sumber daya manusia (SDM) sebagai amil masih sangat kurang sekali. Kita ingin menciptakan amil yang profesional, aplikatif dengan perkembangan zaman,” katanya saat ditemui di Kantor Kementerian Agama Jalan MH. Thamrin Nomor 6, Senin (26/4).
Direktur menjelaskan kurangnya penghimpunan dana zakat yang masih jauh dari potensi zakat nasional, salah satu penyebabnya adalah kurangnya amil yang memiliki kompetensi. Padahal kompetensi utama yang harus dimiliki amil adalah ilmu komunikasi, keterampilan, dan keahlian mengelola dana zakat.
“Ilmu komunikasi merupakan hal utama yang perlu dikuasai para amil, selain kemampuan pengelolaan,” urainya.
Tarmizi menjelaskan pentingnya kompetensi komunikasi bagi amil adalah menarik muzaki untuk mendermakan hartanya kepada lembaga pengelola zakat resmi, sehingga jumlah penghimpunan dana zakat dapat meningkat.
“Nanti program peningkatan kompetensi amil dilakukan dengan menggandeng Baznas, Forum Zakat, dan pemangku jabatan terkait,” pungkasnya.
(Tommy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Alissa Wahid: Ketahanan Bangsa Dibangun dari Keluarga
Bogor, Bimas Islam — Penasihat Ahli Menteri Agama, Alissa Wahid, mengungkapkan, ketahanan bangsa berawal dari keluarga yang kuat. Karena itu, penguatan…



