Jakarta, Bimas Islam --- Komunikasi yang baik antara suami dan istri merupakan salah satu langkah mewujudkan ketahanan keluarga. Komunikasi merupakan satu dari lima sikap penting dalam Geometri Ketahanan Keluarga untuk mewujudkan ketahanan bangsa.
"Banyak sekali masalah rumah tangga berawal dari komunikasi yang tidak baik. Padahal, ada banyak masalah bisa diselesaikan dengan komunikasi yang baik," ungkap Kasubdit Keluarga Sakinah Ditjen Bimas Islam Kemenag, Agus Suryo Suripto dalam Obrolan Seputar Soal Islam (OBSESI) Biar Layangan Gak Putus di Youtube Bimas Islam TV, Kamis (10/2/22).
Komunikasi yang baik, tambah Suryo, akan terwujud dalam kecakapan dalam mengelola konflik. Misalnya saat suami pulang terlambat, seorang istri hendaknya berpikir bijak dan bertanya dengan cara yang baik pada saat yang tepat.
"Suami dan istri harus serius mewujudkan kecerdasan emosi. Kemampuan mengelola emosi ini sangat penting, agar setiap masalah disikapi sesuai porsinya," tambah Suryo.
"Prinsip berikutnya adalah musyawarah. Biasakan musyawarah dengan pasangan. Jika tidak kunjung menemukan solusi, maka libatkan pihak ketiga," tegas mantan Kepala Kankemenag Banjarnegara ini.
Terkait pihak ketiga ini, Suryo mewanti-wanti agar tidak menceritakan masalah ke sembarang orang apalagi lawan jenis. Pihak ketiga yang paling tepat, katanya, adalah keluarga, guru, ustaz, atau tokoh masyarakat dan konsultan profesional.
"Jangan pernah menceritakan masalah kepada pihak lain yang tidak berkompeten karena bukan solusi yang didapat, melainkan masalah yang makin rumit," pungkas Suryo.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



