Jakarta, Bimas Islam -- Kementerian Agama melalui Subdit Mutu, Sarana Prasarana, dan Sistem Informasi KUA, Direktorat Bina KUA dan Keluarga Sakinah menggelar kegiatan Pemetaan Pemenuhan Sarana Prasarana KUA se-Indonesia. Kegiatan yang digelar selama tiga hari, Rabu hingga Jumat (14-16/6/2023) di Jakarta ini digelar untuk verifikasi dan penyempurnaan data sarana prasarana di KUA.
Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah, Zainal Mustamin dalam arahannya mengatakan, kebijakan yang baik harus didukung perencanaan yang baik, dan perencanaan yang disusun harus berdasarkan data yang akurat.
"Kita menyadari tidak akan pernah ada kebijakan yang baik yang tidak didukung oleh perencanaan yang baik, dan tidak ada perencanaan yang baik jika tidak didukung data yang benar. Data yang benar akan menjadi penentu dari sistem informasi yang baik," ungkapnya.
Terkait itu, Zainal meminta peserta yang merupakan operator Kanwil Kemenag seluruh Indonesia untuk melaporkan data yang obyektif terkait kebutuhan KUA di wilayah masing-masing. Sehingga, anggaran yang disiapkan dapat disesuaikan dengan benar.
"Ikhtiar kita harus dimulai dari pemenuhan data yang obyektif, yang diolah menjadi informasi ke dalam sistem yang sudah disediakan, sebagai dasar untuk penganggaran dan pengambilan kebijakan," terangnya.
Menurut Zainal, sarana prasarana menjadi bagian penting dari keberlangsungan program dan sistem yang dijalankan di sebuah lembaga. Pemenuhan sarana prasarana KUA, imbuhnya, merupakan salah satu tanggung jawab negara.
"Seberapa baiknya program yang ada, sebagus apa pun sistemnya, kalau sarana prasarananya tidak memadai, itu menggambarkan ketidaksiapan negara dalam memberi pelayanan kepada masyarakat, walaupun SDM-nya sudah bagus," ungkap Zainal.
Data yang akurat, menurutnya, mutlak dibutuhkan sebagai acuan penganggaran dan pengambilan kebijakan. "Seperti seorang penjahit, kalau tidak punya data tentang ukuran badan, maka jahitannya tidak akan pas untuk digunakan. Kalau hanya dikira-kira saja, bisa jadi kebesaran, bahkan bisa kekecilan. Bisa mubazir atau boros anggaran," jelasnya.
"Tentu kita bermimpi KUA itu akan memiliki tampilan serta sarana prasarana yang memadai," pungkasnya.
Mr



