Jakarta, Bimas Islam --- Gelaran Musabaqah Hafalan Al-Qur'an dan Hadis (MHQH) Amir Sultan bin Abdul Aziz Alu Su'ud Tingkat Nasional ke-13 Tahun 2021 dinilai bisa menjadi model bagi dunia Islam terkait pelaksanaan musabaqah internasional. Hal ini sebagaimana disampaikan Kepala Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an, Muchlis M. Hanafi.
"Ini bisa menjadi model, apalagi penyelenggaraannya disiarkan secara langsung melalui live streaming yang mungkin dunia Islam bisa melihat bahwa Indonesia bisa menyelenggarakan musabaqah hafalan atau tilawah Al-Qur'an dengan baik. Musabaqah tingkat internasional memang berhenti selama pandemi Covid-19, sekarang kita sudah memulai dan ini berjalan dengan baik," ungkapnya saat ditemui bimasislam di Arena MHQH Tahun 2021 di Hotel Millenium, Rabu (24/3/21).
Pakar Al-Qur'an yang menyaksikan musabaqah sejak pembukaan hingga babak final ini menilai, seluruh pihak terbukti menerapkan protokol kesehatan secara ketat.
"Ini membuktikan bahwa kita sudah mulai terbiasa dengan kehidupan normal baru termasuk dalam penyelenggaraan musabaqah ini," tambahnya.
Doktor Tafsir Lulusan Universitas Al-Azhar Kairo ini juga berharap, pelaksanaan musabaqah menjadi salah satu sebab berakhirnya pandemi Covid-19 ini.
"Kita berharap dengan MHQH ini kita bisa mendapatkan berkah Al-Qur'an dan hadis. Kita berharap semoga Allah cepat mengangkat Covid-19 berkat keberkahan Al-Qur'an dan hadis," pungkasnya.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Ditjen Bimas Islam Terapkan 4T dan 4D dalam Penyusunan Anggaran 2027
Jakarta, Bimas Islam — Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama menerapkan prinsip 4 Tepat dan 4 D dalam penyusunan Pagu Alokasi…



