Cianjur, Bimas Islam — Penyintas gempa bumi di Kampung Zakat Barujamas, Cianjur, Jawa Barat, mulai mengembangkan budidaya pertanian sayur, seperti cabai, pandan, terong, hingga daun bawang. Dalam jangka panjang, mereka menargetkan pembentukan koperasi produsen pertanian untuk meningkatkan perekonomian wilayah tersebut.
Program Kampung Zakat di Barujamas merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Agama dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) Membangun Keluarga Utama (MKU). Saat ini, program tersebut telah memasuki tahap ketiga, yaitu tahap kemandirian bagi para penyintas gempa yang terjadi pada November 2022. Sebelumnya, program ini fokus pada fase tanggap darurat dan pembangunan kembali rumah-rumah warga, sementara saat ini difokuskan pada pemberdayaan ekonomi melalui pertanian.
Perwakilan LAZ MKU, Azhar, menjelaskan, pihaknya tengah berfokus pada pengembangan usaha bagi para penyintas. “Kami bekerja sama dengan Baitul Maal wa Tanwil untuk mendukung pertanian dari masa tanam hingga pemasaran,” kata Azhar pada Senin (9/9/2024).
Azhar menambahkan, Barujamas akan menjadi model Kampung Zakat berbasis hortikultura, dengan budidaya sayuran sebagai usaha utama. “Kami berharap program ini tidak hanya membantu warga bangkit dari bencana, tetapi juga mandiri secara ekonomi,” jelasnya.
Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama, Waryono Abdul Ghafur, mengapresiasi keterlibatan LAZ dalam proses pemulihan pasca bencana. “Kehadiran LAZ sangat penting, baik saat bencana maupun dalam masa pemulihan. Kami berharap program pemberdayaan ini dapat mempercepat kemandirian penyintas,” ujarnya.
Waryono juga mengajak seluruh LAZ di Cianjur untuk berkolaborasi dalam memberdayakan masyarakat terdampak. “Banyak LAZ di Jawa Barat yang bisa saling membantu dalam bidang dakwah, pendidikan, ekonomi, sosial, dan budaya. Saya minta Penyelenggara Zakat dan Wakaf untuk mengkoordinasikan LAZ-LAZ di Kabupaten Cianjur,” ungkapnya.
Waryono berharap, Kampung Zakat Barujamas dapat menjadi contoh dalam penanganan pasca bencana berbasis zakat dan wakaf. “Dengan penataan yang baik, kampung ini bisa menjadi ikon Kampung Zakat di Cianjur, bahkan di Indonesia,” pungkasnya.
Ba/Mr



