Banda Aceh, Bimas Islam --- Menjadi Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama merupakan tugas mulia. Tak hanya melaksanakan serangkaian kegiatan teknis kepegawaian, Penyuluh Agama Islam juga berperan dalam menyampaikan dakwah kepada masyarakat.
Di Kota Banda Aceh, Penyuluh Agama Islam secara sabar menyampaikan ajakan kebaikan bagi Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT). Program yang dimulai pada 2015 ini merupakan upaya mengantarkan hidayah kepada sesama manusia.
"Prinsip kami mengajak. Hanya mengajak dan menyampaikan. Karena hidayah bukan milik kami," ungkap Penyuluh Agama Islam Kota Banda Aceh, Rosmiati melalui pesan suara yang diterima bimasislam, Selasa (5/10/21).
Wanita yang bertugas di KUA Ulee Kareng ini menambahkan, teknis dakwah dilakukan dengan memberikan undangan yang ditujukan di salon kecantikan. Undangan diberikan kepada ketua kelompok.
"Kami datang ke salon-salon kecantikan. Kami berikan undangan untuk hadir di acara yang sudah kami rencanakan," tambahnya.
Dalam sekali undangan, tambah wanita kelahiran Lhokseumawe, 28 April 1969 ini, yang hadir sekitar 10 orang. Selain ceramah umum, ada juga dialog dengan peserta kajian.
"Kita sampaikan dakwah secara umum tentang Islam, ibadah, kewajiban menutup aurat, dan tema keislaman lainnya," sambungnya.
"Hidayah dari Allah, kita mengantarkan saja. Kita diterima saja sudah alhamdulilah sekali," pungkasnya.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



