Yogyakarta, Bimas Islam --- Penguatan kompetensi dai terus dilakukan oleh Kementerian Agama (Kemenag) di tingkat kabupaten/kota, provinsi hingga nasional. Penyuluh Agama sebagai ujung tombak Kemenag menjadi salah satu target utama kegiatan penguatan kompetensi dai ini.
"Alhamdulillah, saya bersyukur sekali karena diberikan kesempatan dan kesehatan sehingga dapat mengikuti kegiatan pembinaan ini. Materi yang disampaikan di sesi pertama dan kedua tentang strategi dakwah dengan media sosial," ungkap Penyuluh Agama Islam Sewon, Rustam Nawawi kepada Bimas Islam, Rabu (14/4/21).
Rustam menambahkan, narasumber dalam kegiatan Pembinaan Dai/Daiyah Bidang Penerangan Agama Islam dan Pemberdayaan Zakat dan Wakaf (Penais Zawa) Kanwil Kemenag Yogyakarta ini antara lain, Plt. Kabid Penais Zawa, Nur Rokhman, dan Dosen Institut Ilmu Al-Qur'an (IIQ) An-Nur Yogyakarta, Muhammad Ihsanuddin.
Kegiatan yang diikuti Kepala KUA, Penyuluh Agama Islam non-PNS, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), dan Pemuda Muhammadiyah (PM) ini bertempat di Hotel Grand Rohan Yogya Utara, Senin (12/4/21).
"Kegiatan ini sangat penting karena bermuatan strategi dakwah dengan tulisan dan lisan di media sosial untuk menebarkan pemahaman nilai-nilai moderasi beragama terutama jelang dan selama bulan Ramadan," tambahnya.
Rustam juga mengaku terkesan dengan materi terkait dakwah di kalangan milenial yang disampaikan di sesi akhir kegiatan ini. Narasumber dalam sesi ini merupakan ahli di bidang teknologi informasi, Bambang Budiharso.
"Saya terkesan dengan materi terakhir tentang cara meningkatkan kompetensi diri melalui pembuatan konten dakwah berupa desain grafis untuk foto dan video. Materi ini sangat cocok untuk berdakwah di kalangan milenial," pungkasnya.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



