Jakarta, Bimas Islam --- Penyuluh Agama Islam non-PNS Kecamatan Mamajang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Jusman Karim mempelopori gerakan Bersih-Bersih Masjid (BBM) Berkah sejak tahun 2019 lalu.
Menurut Jusman, gerakan BBM Berkah itu dimulai dari Masjid Shiratal Mustaqim yang berlokasi di Jalan Maccini Sombala, Kec. Tamalate, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Kemudian saat ini sudah memasuki ke 118 masjid se-Kota Makassar yang telah dibersihkan.
“Tempat ibadah itu identik dengan kesucian dan bersih. Apalagi bagi umat Islam yang memang diajarkan mengenai perintah untuk bersuci dari hadas dan najis, maka kebersihan masjid maupun musalla harus kita jaga bersama,” kata Jusman saat dihubungi bimasislamKamis (6/1/22).
Sebagian orang mungkin menganggap, menjaga dan merawat kebersihan masjid adalah tanggung jawab seorang takmir atau marbot. Namun, bagi Jusman, membersihkan masjid adalah tanggung jawab bersama, termasuk dirinya sendiri.
“Jadi tujuan dari gerakan BBM Berkah itu agar masjid-masjid menjadi rumah ibadah yang nyaman, bersih, dan rapi,” ungkapnya.
Menurut Jusman, kegiatan BBM Berkah itu dilakukan setiap hari Sabtu. Ia juga bersinergi dengan Dewan Masjid Indonesia (DMI) dan Badan Amil Zakat Nasional Kota Makassar.
“Bakti sosial yang kami lakukan ini tidak terlepas dari niat ingin bermanfaat untuk orang banyak, dan meraih keberkahan hidup atas nikmat kesehatan yang diberikan kepada saya,” pungkasnya.
(Anty)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Ini Langkah Kemenag Jadikan Dana Sosial Keagamaan Instrumen Strategis Pengentasan Kemiskinan
Bandung, Bimas Islam — Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad, menegaskan bahwa zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya…



