Banyumas, Bimas Islam --- Penyuluh Agama Islam KUA Purwokerto Utara, Tini Hayatur Rohmah mengajak masyarakat peduli dan peka terhadap potensi kejahatan seksual yang menimpa anak-anak. Hal ini diungkap Tini seiring terungkapnya kasus kejahatan seksual terhadap anak yang terungkap di berbagai daerah.
"Kita semua harus peduli. Jangan cuek. Terus berikan pendidikan kepada anak kita. Lakukan pemantauan terhadap anak-anak kita, baik yang sekolah umum, pesantren, atau boarding school," ungkap Tini melalui pesan tertulis kepada bimasislam, Jumat (4/3/22).
Di hadapan ibu-ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Banyumas ini, Tini juga menyampaikan keprihatinan atas terungkapnya kasus kejahatan terhadap anak. Menurutnya, kejahatan ini bisa dicegah sejak dini dengan memberikan pendidikan yang tepat kepada anak-anak.
"Ajarkan kepada anak-anak kita tentang batasan aurat. Terus sempurnakan ikhtiar dengan mendidik sesuai fitrah dan contoh dari Nabi. Ajarkan juga kepada anak-anak untuk melindungi diri," tambah Tini.
Sementara itu, Ketua Pokja 1 Tim Penggerak PKK Kabupaten Banyumas, Siswati Purwaningsih Gatot Sudiharjo menyatakan, anak-anak tidak bisa dipisahkan dari konstruksi sosial masyarakat. Menurutnya, anak-anak yang terdidik dan terlindungi dengan baik merupakan kunci terbentuknya masyarakat yang sehat dan berkualitas.
"Berikan pemahaman dan pengenalan kesehatan reproduksi dengan bahasa anak. Selain itu, orang tua juga wajib terus melindungi dan mengarahkan putra putrinya agar terhindar dari bahaya kejahatan seksual," tegas Purwaningsih.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Ini Langkah Kemenag Jadikan Dana Sosial Keagamaan Instrumen Strategis Pengentasan Kemiskinan
Bandung, Bimas Islam — Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad, menegaskan bahwa zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya…



