Melawi, Bimas Islam --- Penyuluh Agama Islam di Kecamatan Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi, Provinsi Kalimantan Barat menyampaikan dakwah dengan cara kreatif. Hampir setiap hari, penyuluh non PNS ini menyampaikan dakwah kepada masyarakat yang menjadi pelanggan dagangannya.
"Profesi saya adalah pedagang sayur keliling atau DARLING. Bersamaan dengan usaha mencari nafkah untuk anak dan istri itu, saya menyampaikan dakwah kepada para pelanggan yang mayoritas ibu-ibu," kata Penyuluh Agama Islam di Nanga Pinoh, Muhammad Yusuf, kepada Bimas Islam, Rabu (24/2/21).
Pada sore harinya, ayah dua anak ini kembali melanjutkan dakwah dengan mengajar di Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ). Karena hal ini pula, Yusuf yang mulai menjadi Penyuluh Agama Islam non PNS sejak 2013 ini memiliki banyak panggilan.
"Saat jualan sayur, saya dipanggil Mamang. Saat mengajar TPQ, saya dipanggil Ustadz. Kadang-kadang ada juga yang memanggil Mamang Ustadz," tambah Yusuf, tersenyum.
Dalam menjalankan perannya sebagai penyuluh yang memberikan pencerahan kepada masyarakat, Yusuf kerap dicurhati aneka persoalan kehidupan. Meski kerap mendapati persoalan rumit, Yusuf mengaku bahagia karena bisa memberi solusi.
"Saya biasa menerima persoalan dari cerita para pelanggan dan pembeli sayur. Hampir setiap pagi. Kepada mereka, saya berusaha memberikan solusi sederhana untuk dijalankan sesuai aturan Islam," tambah Yusuf.
Yusuf mengaku sengaja menyampaikan dakwah saat berjualan sayur keliling lantaran butuh perjuangan untuk mengumpulkan masyarakat secara khusus dalam acara pengajian. Sementara itu, hampir semua masyarakat belanja setiap hari sehingga dakwah melalui berdagang sayur ini dinilai efektif.
"Banyak ibu-ibu yang beralasan kalau diajak pengajian di masjid. Banyak masjid yang sepi dari kegiatan pengajian. Nah, dakwah itu kan tidak hanya dilakukan di mimbar-mimbar masjid atau majelis taklim saja. Di mana pun kita berada, maka dakwah boleh dilakukan sesuai situasi dan kondisi," pungkas Yusuf.
(Pirman)
Editor: Sigit
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Penjelasan Kemenag tentang Program Wakaf Saham Masjid Istiqlal
Jakarta, Bimas Islam --- Penyataan Menteri Agama Nasaruddin Umar terkait Masjid Istiqlal, Wakaf Tunai, dan Bursa Efek Indonesia mendapat perhatian yang luas…



