Tanggamus, Bimas Islam --- Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama terus melakukan pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan agama. Penyuluh Agama terus melakukan fungsi memberikan edukasi dan informasi kepada masyarakat.
"Iya, betul. Saya diamanahi sebagai salah satu narasumber Webinar Literasi Digital yang diselenggarakan oleh Penyelenggara Literasi Digital Kabupaten Tanggamus bekerja sama dengan Kominfo RI. Temanya Bersama Lawan Berita Bohong (Hoaks). Pendaftar sebanyak 422 orang," ungkap Ratnawiyah, Penyuluh Agama di Tanggamus melalui pesan tertulis kepada bimasislam, Rabu (14/7/21).
Menurut Ratnawiyah, kegiatan edukasi ini ditujukan untuk masyarakat umum, mahasiswa, dan Penyuluh Agama Islam agar tidak mudah terjebak dengan kabar hoaks.
"Ini merupakan upaya percepatan Indonesia makin cakap digital. Materinya tentang bagaimana kita dapat bertutur baik dan manfaat di media sosial. Bagaimana media sosial menjadi sarana menebar kebaikan sehingga tercipta suasana saling cinta dan damai," tambahnya.
Selain mengisi konten media sosial dengan kebaikan, Ratnawiyah juga mengajarkan bagaimana cara mengenali berita hoaks. Magister Universitas Muhammad Yogyakarta ini juga berpesan agar masyarakat tidak mudah membagikan berita sebelum terkonfirmasi kebenaran dan manfaatnya.
"Agar terhidar dari menyebar hoaks, kita harus tabayun atau konfirmasi terkait isi dan sumber berita sehingga tidak langsung menerima, menanggapi, atau membagikan berita sebelum memastikan kebenaran dan kemanfaatannya," pungkasnya.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



