Yogyakarta, Bimas Islam --- Penyuluh Agama Islam merupakan tokoh sekaligus penjaga akidah umat Islam. Hal ini seperti disampaikan Dirjen Bimas Islam Kemenag, Kamaruddin Amin dalam Bimtek Pembuatan Video Bimbingan dan Penyuluhan Bagi Penyuluh Agama Islam Angkatan ke-3 di Hotel Kimaya Sudirman Yogyakarta, Selasa (17/5/22) sore.
"Penyuluh Agama Islam harus berkualitas, bahagia, dan bangga karena menjadi guru, pembimbing, dan pengawal keimanan umat," ujar Dirjen.
Dalam menjalankan peran ini, Dirjen mengajak Penyuluh Agama Islam terus meningkatkan kapasitas diri dengan membaca. Katanya, membaca merupakan keniscayaan bagi Penyuluh Agama Islam.
"Penyuluh berkualitas memiliki wawasan kognitif, akademis, dan empiris melalui pengalaman. Penyuluh Agama Islam tidak boleh berhenti membaca buku, literatur, dan berbagai media," tambah Guru Besar UIN Alauddin Makassar ini.
Dalam meneguhkan peran sebagai teladan masyarakat, lanjut Dirjen, Penyuluh Agama Islam diharapkan aktif dalam berbagai kegiatan sosial guna memahami dan menyelesaikan dinamika persoalan masyarakat.
"Jadilah bagian dalam diskusi dan dinamika kehidupan sosial masyarakat. Jangan mengisolasi diri dari dinamika sosial. Wawasan pengetahuan yang berkualitas akan membuat Penyuluh disegani masyarakat," tegas Dirjen.
Sebagai informasi, Bimtek dilaksanakan pada Senin-Rabu (16-18/5/22). Sebelumnya, Bimtek dilaksanakan di Provinsi DKI Jakarta dan Jawa Barat. Pada setiap angkatan, Bimtek diikuti 60 peserta dari Penyuluh Agama Islam terpilih.
"Jangan pernah berhenti memberikan pencerahan kepada masyarakat. Apa pun profesinya kalau kita berkualitas pasti bermartabat," pungkas Dirjen.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Gemah Asri KUA Gedebage, Dirjen Bimas Islam Ajak Berubah Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik
Bandung, Bimas Islam == Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) terus mendorong percepatan transformasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik…



