Tanggamus, Bimas Islam --- Penyuluh Agama KUA Gisting, Kabupaten Tanggamus, Ratnawiyah didaulat sebagai narasumber (Narsum) dalam Talkshow Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak, Tindak Perdagangan Anak (TPPO) dan Pencegahan Perkawinan Anak Tahun 2021.
"Jadi kegiatan kemarin itu pesertanya koodinator penyuluh (Korluh) KB perwakilan kecamatan. Pemerintah Kabupaten Tanggamus ingin menekan angka kekerasan terhadap anak dan perempuan juga menekan angka perkawinan anak," ungkap Ratnawiyah di Tanggamus melalui pesan tertulis kepada bimasislam, Jumat (20/8/21).
Menurut Ratnawiyah, tingginya angka kekerasan kepada anak dan perempuan hanya bisa ditekan dengan sinergi semua pihak, antara pemerintah dan masyarakat. Selain melalui regulasi, katanya, kesadaran masyarakat juga amat penting.
"Kita targetkan Korluh yang paham regulasi terkait perlindungan anak, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), perdagangan orang, dan perkawinan anak. Karena Korluh punya kader di kecamatan dan desa sehingga efektif sebagai penyampai pesan sekaligus pelindung masyarakat dari hal-hal yang tidak diinginkan," tambahnya.
Ratnawiyah juga menyampaikan pentingnya peran masyarakat agar berperan aktif dalam melaporkan setiap kasus yang terjadi. Katanya, tingginya angka kekerasan terhadap anak dan wanita salah satunya dipengaruhi oleh pasifnya masyarakat dan korban.
"Ini negara hukum. Negara melindungi setiap warga. Masyarakat harus berani melapor jika memang ada pelanggaran," tutupnya.
Acara ini diprakarsai oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung. Kegiatan dihelat secara luring dengan menerapkan protokol kesehatan.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



