Kabupaten Maros, Bimas Islam --- Permintaan madu selama pandemi Covid-19 semakin meningkat. Pasalnya, madu diyakini masyarakat memiliki beragam khasiat untuk kesehatan dan menambah imunitas tubuh.
Hal itu dikatakan Penyuluh Agama Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Cenrana, Patahuddin saat melakukan pembinaan petani madu pada Kelompok Bulutanete Bolaparang di Dusun Pattiro, Desa Labuaja Cenrana, Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan, Jumat (30/7).
“Pembinaan petani madu ini harus terus dilakukan untuk mempertahankan kelestarian kawasan hutan dan juga menjaga kualitas madu hutan,” ujar Patahuddin dalam keterangan tertulisnya.
Menurut Patahuddin, pembinaan petani madu itu dilakukan juga untuk menjaga citra komoditas unggulan lokal.
“Untuk menjaga kualitas madu asli, saya rasa pembinaan pada petani madu ini sangat diperlukan, terlebih di tengah pandemi Covid-19 saat ini, permintaan madu asli sangat tinggi,” katanya.
Patahuddin menjelaskan, dalam pembinaan yang dilakukannya, pihaknya juga memberikan pemahaman esensi usaha dalam prespektif keagamaan.
“Salah satu tujuannya agar masyarakat mengerti esensi usaha dalam agama. Yakni urgensi kejujuran, termasuk tidak mencampur madu dengan bahan lain yang dapat merusak kualitas madu dan kesehatan konsumen,” tandasnya.
(Anty)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



