Kulon Progo, Bimas Islam -- Penyuluh agama Islam di KUA Wates Mukhlisin membekali mualaf tentang pentingnya menjaga dan memperkuat kerukunan. Dia menyampaikan, pembekalan bagi mualaf rutin dilakukan.
"Kita rutin memberikan pembekalan bagi mualaf tentang pentingnya toleransi dan menjaga kerukunan antarumat beragama. Tidak sedikit saudara kita bersikap intoleransi dengan mencaci, menjelek-jelekkan agama lain atau agama yang dianut sebelumnya," jelas Mukhlisin di Kulon Progo, Kamis (6/10).
Mukhlisin menjelaskan, sebagai orang muslim memang diharuskan untuk meyakini Islam adalah agama rahmat bagi semesta alam. Meski demikian, kata dia, dalam bermasyarakat harus mengedepankan sikap saling menghargai dan menghormati keyakinan orang lain.
"Keyakinan dan pendapat orang di kehidupan bermasyarakat itu beragam. Ada yang berbeda dengan kita, tidak semuanya sama. Karena perbedaan itulah tugas kita saling menghormati, tidak mencaci maki, apalagi memusuhi. Tugas kita menjaga kerukunan," katanya.
Selain banyaknya perbedaan terkait keyakinan, lanjut Sarifuddin, banyak pula tersebar adat istiadat yang dianut masyarakat Indonesia. Adat pada suatu daerah terkadang tidak sama dengan daerah lainnya.
Dia berharap, melalui bimbingan mualaf untuk menjaga dan memperkuat kerukunan akan terjalin kehidupan yang damai, jauh dari sikap dan sifat yang menimbulkan permusuhan. "Kita punya harapan besar yaitu menghapus sikap kebencian dan permusuhan terhadap sesama anak bangsa," pungkasnya.
(Rendi)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Inpassing Pengawas Jaminan Produk Halal, Kemenag Tekankan Kompetensi dan Batas Kewenangan
Bogor, Bimas Islam — Penyetaraan jabatan fungsional Pengawas Jaminan Produk Halal (JPH) perlu diikuti peningkatan kompetensi teknis, pemahaman regulasi, dan…



