Manado, Bimas Islam --- Sebagai ujung tombak Kementerian Agama, Penyuluh Agam hadir di tengah dan bersama masyarakat. Di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini, Penyuluh Agama berada di garda terdepan sebagai relawan pemulasaraan jenazah Covid-19.
"Di relawan pemulasaraan jenazah Covid-19 ini ada dari Dewan Masjid Indonesia Kota Manado, Baznas, Komunitas Pecinta Sedekah, Dinas Kesehatan, Mualaf Center, Kepolisian, dan Penyuluh Agama Islam," ungkap Ketua Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) Sulawesi Utara, Mei Kosegeran di Manado melalui pesan tertulis kepada bimasislam, Kamis (12/8/21).
Terbentuknya relawan ini, lanjut Mei, merupakan respons dari meningkatnya jumlah kematian akibat Covid-19. Alhasil, banyak masyarakat yang membutuhkan pemulasaraan jenazah Covid-19 sesuai hukum Islam.
"Relawan ini berusaha memberikan solusi atas kebutuhan masyarakat terhadap pemulasaraan jenazah Covid-19 yang sesuai hukum Islam. Jadi kita urus mulai dari memandikan, mengafani, dan memakamkan," tambahnya.
Dari unsur Penyuluh, Mei mencatat setidaknya ada tiga yang bergabung dalam relawan pemulasaraan jenazah Covid-19. Mereka adalah Sakti Sutanza Kadir, Mohtar Tambuwan, dan Musliha Mantemas.
"Kami sangat apresiasi. Ini bukti kehadiran Penyuluh di masyarakat. Mereka berkorban atas nama kemanusiaan. Semoga semua relawan senantiasa dalam lindungan Allah," pungkasnya.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



