Klaten, bimasislam --- Upaya memberantas buta aksara Arab memotivasi sosok M. Zuhri dalam pengabdiannya sebagai penyuluh agama Islam di wilayah Kecamatan Klaten Utara, Klaten, Jawa Tengah. Bukan sekedar mengisi pengajian, ia pun bersama para penyuluh Klaten bahu membahu memberantas buta aksara Arab khususnya bagi anggota Majlis Taklim. Ia pun memperkenalkan metode TARSANA (Tartil, Sari, Nagham), metode baca al-Quran yang digagas KH Sjamsuddin Mustaqim.
Kecamatan Klaten Utara terdiri dari 10 desa dengan total Majlis Taklim berjumlah 4 buah. Masing-masing Majlis Taklim tediri dari 60 orang. Dengan rata-rata usia ibu rumah tangga dan bapak-bapak, metode Tarsana telah menyebar di wilayah Klaten.
Zuhri memaparkan, dengan metode Tarsana dibutuhkan waktu 6 bulan untuk bisa membaca al-quran. Metode ini secara periodik ia terapkan di setiap Majlis Taklim di wilayahnya. Menurutnya, metode ini lebih praktis dan mudah dicerna olrh jamaah Majlis Taklim.
"Metode Tarsana ini sejatinya sudah tersebar di Jawa Timur. Nah kami mengadopsi metode ini karena dianggap mudah diterapkan", tuturnya.
Disinggung total angka jamaah yang berhasil dientaskan melalui metode Tarsana, Zuhri menyebut baru menerapkannya di empat Majlis Taklim. Ia pun giat mengenalkan Tarsana khususnya di kalangan para penyuluh agama Islam Kabupaten Klaten.
Ke depan, Zuhri menambahkan, pihaknya dan para penyuluh berkomitmen memberantas buta huruf akasara Arab melalui Tarsana.
Penulis: Jaja Zarkasyi
Editor: Thobib
Foto: bimasislam
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



