Bunguran Barat, Bimas Islam— Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Bunguran Barat, Hariswati Rachmadani Putri, memberi penyuluhan bertema “Mengelola Waktu dan Mengelola Stres bagi Ibu, Ibu Bahagia, Keluarga Sejahtera” kepada anggota PKK Kelurahan Sedanau, Senin (28/7/2025), di Aula Serbaguna Kecamatan Bunguran Barat.
Kegiatan ini bertujuan membangkitkan kesadaran para ibu rumah tangga tentang pentingnya kesehatan mental dan pengelolaan waktu yang efektif.
Dalam paparannya, Hariswati menyampaikan data kesehatan mental global dan nasional dari WHO. “Sekitar 10% perempuan hamil dan 13% ibu yang baru melahirkan mengalami gangguan kesehatan mental, terutama depresi. Di negara berkembang, angkanya bisa mencapai 15,6% selama kehamilan dan 19,8% setelah melahirkan,” jelasnya.
Ia juga menyebut, di Indonesia, sebanyak 36% ibu rumah tangga mengalami gangguan mental ringan hingga sedang, termasuk gejala depresi dan kecemasan. “Angka ini naik dari tahun sebelumnya dan dipengaruhi oleh tekanan ekonomi, beban kerja domestik, serta kesulitan mengatur waktu,” tambahnya.
Putri menjelaskan, stres yang tidak ditangani dapat berkembang menjadi gangguan mental serius. Gejala yang kerap diabaikan antara lain mudah tersinggung, kelelahan berkepanjangan, kehilangan minat, gangguan tidur, dan rasa bersalah berlebihan.
Selain materi teoritis, kegiatan ini juga mencakup praktik langsung seperti teknik pernapasan sadar (mindful breathing), relaksasi otot, dan afirmasi positif. Suasana kegiatan menjadi hangat ketika peserta mencoba teknik relaksasi dan berbagi pengalaman.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat. Kadang kita merasa lelah tanpa sadar bahwa itu stres, dan sekarang jadi tahu cara mengatasinya,” ujar Murni, salah satu peserta.
Putri juga mengingatkan pentingnya manajemen waktu agar stres bisa dicegah. “Ibu-ibu perlu membuat perencanaan waktu yang realistis, tahu prioritas, serta menyediakan waktu untuk diri sendiri atau yang dikenal sebagai me-time,” katanya.
Ketua PKK Kelurahan Sedanau, Ucu Sulfarina Subhan, mengapresiasi kegiatan ini. “Ibu-ibu adalah fondasi keluarga dan masyarakat. Namun, mereka sering lupa memperhatikan diri sendiri. Kegiatan ini membuka wawasan pentingnya menjaga kesehatan mental,” ucapnya.
Ia mengungkapkan bahwa PKK akan terus mendukung kegiatan edukatif serupa. “Kesehatan mental ibu adalah bagian dari ketahanan keluarga dan pembangunan masyarakat,” tambahnya.
Kegiatan diakhiri dengan refleksi bersama dan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif. Diharapkan, penyuluhan ini menjadi langkah awal membentuk kesadaran kolektif tentang pentingnya kesehatan mental ibu serta perlunya dukungan sosial yang berkelanjutan.
Dihubungi terpisah, Kepala Subdirektorat Bina Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama, Jamaluddin M. Marki, menyampaikan apresiasi atas inisiatif yang dilakukan Hariswati Rachmadani Putri dalam memberikan penyuluhan yang menyentuh aspek kesehatan mental ibu. Ia menilai, kegiatan tersebut mencerminkan peran nyata penyuluh agama dalam mendampingi masyarakat, termasuk perempuan, dalam menjaga keseimbangan hidup.
“Penyuluh Agama Islam berkomitmen membantu menjaga keseimbangan hidup dan memberi dukungan sosial, tentunya dengan pendekatan bahasa agama. Diharapkan, para penyuluh juga terus meningkatkan kapasitas di bidang konseling keluarga, sehingga secara profesional dapat menjalankan fungsi psikoterapi dan konseling bagi ibu yang sehat secara sosial dan spiritual,” ujarnya.
Humas KUA Burungan Barat/Mr



