Jakarta, Bimas Islam --- Puluhan anak kecil berlarian hingga malam hari di Desa Sungai Bakau Besar Laut. Berhari-hari, fenomena di desa yang termasuk Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat ini membuat Imam Subawaihin gundah.
Kegundahan bertumpuk itu ditumpahkan dalam munajat panjang kepada Tuhan Semesta Alam, kemudian musyawarah dengan sang istri. Imam yang merupakan Penyuluh Agama Islam KUA Sungai Pinyuh akhirnya membulatkan tekad membuka Taman Pendidikan Al-Qur'an Hikmatun Balighoh.
"Awalnya hanya 8 santri. Alhamdulillah terus bertambah hingga sekarang 80 santri," ungkap Imam mengenang perjuangan yang dirintis sejak 2015 ini kepada bimasislam, Jumat (13/5/22).
Sebanyak 80 santri berasal dari berbagai desa. Pembelajaran dipusatkan sore hari, setelah anak-anak pulang dari sekolah umum.
Aktivitas pembelajaran Al-Qur'an terus berlangsung hingga pendemi Covid-19 melanda Indonesia. Meski sempat vakum, Imam akhirnya menemukan inovasi.
"Saat pandemi kita memanfaatkan Grup Whatsapp. Metodenya setoran daring melalui rekaman santri kemudian kita koreksi," terang Imam.
Bagi pria kelahiran Pasuruan, Jawa Timur ini, menjadi Penyuluh bermakna membawa cahaya bagi masyarakat. Baginya, menjadi Penyuluh di bawah naungan Kementerian Agama merupakan tugas mulia di dunia dan akhirat.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



